Film 'The Philosopher' Akan Promosikan Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan dengan menunggang kuda melintas dilautan pasir kawasan Gunung Bromo, desa Cemorolawang, Probolinggo, Minggu (10/7). Meski masih tertutup abu vulkanik, sejak dua minggu kawasan Gunung Bromo mulai ramai dikunjungi wisatawan sehingga menghidupkan kembali sektor wisata bagi warga Tengger seperti penyewaan kuda, mobil dan penginapan. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah wisatawan dengan menunggang kuda melintas dilautan pasir kawasan Gunung Bromo, desa Cemorolawang, Probolinggo, Minggu (10/7). Meski masih tertutup abu vulkanik, sejak dua minggu kawasan Gunung Bromo mulai ramai dikunjungi wisatawan sehingga menghidupkan kembali sektor wisata bagi warga Tengger seperti penyewaan kuda, mobil dan penginapan. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Robert melakukan syuting di Bali, kini giliran film The Philosopher garapan produser Goerge Zakk dan Cybill dari Hollywood juga bakal syuting di Indonesia.

    Film itu akan mengambil lokasi di tiga tempat seperti Gunung Bromo, Candi Prambanan, dan pantai pasir putih Belitung. "Ini film akan menarik sekali. Diperkirakan bulan Mei tahun depan film ini akan tayang di seluruh dunia, dan itu akan langsung mempromosikan Indonesia," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di Jakarta, 5 Agustus 2011.

    Film itu bercerita tentang 20 remaja yang mengikuti sebuah kelas filosofi di sebuah sekolah internasional di Jakarta. Mereka terdiri dari berbagai bangsa. "Bintang film dan kru mereka ada 25 orang dari berbagai macam negara,” kata Jero Wacik.

    Menurut dia, mereka akan menjadi duta untuk Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. “Bercerita pada dunia bahwa Indonesia itu cantik, indah, aman, menyenangkan, ramah, lihat orang-orangnya ramah, makanannya enak, itulah bahan pemasaran dari Indonesia," tuturnya.

    Jero Wacik mengemukakan, mereka yang telah melihat keindahan Indonesia tidak ada yang kecewa. Walaupun sebelum datang mereka merasa Indonesia itu berbahaya. "Mereka saya minta berkomentar. Itu semua komentarnya luar biasa,” ujarnya. “Jadi pantaslah Indonesia kalau mengambil branding Wonderful Indonesia. Memang Indonesia negara yang luar biasa cantik sekali," ujarnya menambahkan.

    SYIFA JUNITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.