Tiga Janda Garap Lagu 'Goyang Sayang'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cici Paramida,Ikke Nurjanah dan Kristina. TEMPO/Mazini Hafizhuddin/Arnold Simanjuntak

    Cici Paramida,Ikke Nurjanah dan Kristina. TEMPO/Mazini Hafizhuddin/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Trio dangdut 3 Kembang yang terdiri dari Cici Paramida, Kristina, dan Ikke Nurjanah bakal menyanyikan lagu "Goyang Sayang" karya Anang Hermansyah dalam single terbaru mereka.

    Sebelum menyanyikan lagu Anang, menurut Ikke, awalnya mereka kerja-sama dengan Irvan Nat. “Lalu dia bilang kalau Anang punya lagu yang asyik. Kebetulan Mas Anang juga menawarkan lagunya,” ujarnya, Senin, 18 Juli 2011.

    Setelah mereka mendengarkan lagu itu, “Kami bertiga langsung cocok. Alhamdulillah, Mas Anang juga merasa sesuai dengan karakter suara kami," kata Ikke.

    Anang pun menyambut baik lagunya dinyanyikan mereka. "Senang dan bahagia. Temenku ini sangat berprestasi di bidangnya," ujar Anang.

    Anang punya alasan khusus kenapa menggaet mereka. "Kemampuan ketiganya sangat luar biasa. Sangat serius. Prestasinya sudah jelas," ujarnya.

    Lagu "Goyang Sayang" ini adalah proyek lama Anang. Namun, baru bisa terealisasi saat ini karena mencari penyanyi yang tepat. "Dulu ada yang mau nyanyiin lagu ini sebenarnya, tapi kan lagu itu jodoh-jodohan, ya. Ternyata ketemunya sama mereka bertiga," ujar Anang yang juga bertindak sebagai produser 3 Kembang.

    Trio ini kini tengah menyiapkan video klip lagu "Goyang Sayang". Warna ungu dipilih 3 kembang sebagai warna busana dalam video klip terbaru mereka. "Ini memang warna kami," ujar Cici Paramida.

    Saat ini, Cici Paramida telah bercerai dari Suhaebi. Kristina berpisah dari Al Amin Nur Nasution, dan Ikke Nurjanah bercerai dari Aldi.

    SYIFA JUNITA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.