Inilah Album Perdana SM*SH

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sukses menggebrak panggung musik dengan konsep boyband bergaya Korean, SM*SH pun melempar album perdana mereka, "SM*SH". Album ini menjadi penanda akan kesuksesan single mereka terdahulu, "I Heart You". "Album ini merupakan pencapaian tersendiri bagi SM*SH.

    "Ini bukti konsistensi kami dan usaha yang tidak main-main," kata Morgan, salah satu personel kelompok itu, dalam peluncuran album tersebut di Jakarta, Selasa, 12 Juli 2011.

    Album bersampul merah marun keunguan itu berisi sepuluh lagu, termasuk "I Heart You" dan "Senyum Semangat". Lagu-lagu daur ulang juga mewarnai album yang berada di bawah naungan KFC Indonesia dan Ancora Musik ini, seperti "Ada Cinta", lagu ciptaan Yovie Widianto yang sempat hits pada tahun 1997 ketika dibawakan kelompok Bening (Vonny Cornellya dan kawan-kawan). "Lagu ini versinya lebih baru, dengan bait rap yang dibawakan Reza," ujar Bisma. Lagu daur ulang lainnya mampir di track "Inikah Cinta", yang pada pertengahan era 1990-an sukses dibawakan M.E.

    Tak hanya itu, nomor "Oh Ya" milik 2D (Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun) pun juga ditarik sebagai pemanis. Di lagu ini, Reza kembali memberikan sentuhan rap dengan lirik yang diciptakan oleh J-Flow. Namun, pada nomor "Gadisku", SM*SH tidak banyak melakukan perubahan. "Kami masih setia pada gaya bernyanyi Trio Libels sebagai boyband pertama di Indonesia," kata Morgan.

    Di album ini SM*SH punya tiga lagu baru, yakni "Ahh", "Akhiri Saja", dan "Selalu Bersama". Secara konsep, lagu"Ahh" masih serupa sama dengan "I Heart You", namun banyak juga yang mendengar lagu ini mirip single "Sorry sorry"-nya Super Junior. Adapun lagu "Selalu bersama" menyuguhkan imajinasi romantis dengan balutan R&B dan beat-beat ringan.

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.