Widi 'Vierra' Alami Luka Memar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • bandvierra.com

    bandvierra.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Vokalis Vierra, Widy Soediro Nichlany alias Widi,mengalami perbuatan tidak menyenangkan pada Rabu dini hari, 6 Juli 2011. Dalam kasus tersebut, Widi mengalami memar.

    Menurut pengacara Widi dan band Vierra, Minola Sebayang, Widi melaporkan tindak pidana tersebut ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Widi juga melakukan visum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Minola mengatakan Widi ditemani rekannya dari Vierra saat divisum sekitar lima jam. Hasil dari visum yang dilakukan di Unit PPA Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menunjukkan ada beberapa luka memar di bagian tubuh Widi. Namun Minola tidak menjelaskan bagian tubuh Widi yang memar.

    Minola mengatakan Widi sudah menyelesaikan seluruh berkas laporan ke polisi. Widi juga telah memberitahukan jenis dan plat mobil yang digunakan tiga orang yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

    "Kami yakin pihak penyidik dapat mengidentifikasi mobil. Pasti terungkap, bisa ditindak dan (kami) mengimbau kepada pelaku, sebaiknya datang menyerahkan diri ke Polres Jakarta Selatan, daripada menghindar karena nomor mobil sudah tersebar," tambahnya.

    Pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, Widi dipaksa masuk ke sebuah mobil yang berisi tiga pria belum diketahui identitasnya. Saat di dalam mobil, Widi diancam orang yang duduk di belakang mobil. Widi pun tidak mencoba teriak agar tidak ada tindakan yang tidak ia inginkan. Namun ia mencoba keluar dari mobil, dengan membuka pintu, dan mengeluarkan anggota badannya. Tapi Widi kembali tertahan. Hanya telepon selulernya saja jatuh di wilayah Cilandak KKO.

    Widi yang sempat dibawa hingga daerah Tanjung Barat dikembalikan lagi ke Kemang dekat rumahnya setelah ia menjelaskan identitasnya pukul 05.00 Rabu, 6 Juli 2011.

    SYIFA JUNITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.