Festival Musik Dunia Kembali Digelar di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung - Festival musik dunia West Java World Music Festival kembali digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, 16-17 Juli 2011. Puluhan musisi dari 4 benua bakal hadir memeriahkan acara.

    Menurut Direktur Musik Festival, Ismet Ruchimat, festival ini menawarkan pengalaman budaya yang unik buat penontonnya. Panitia akan memadukan pertunjukan seniman lokal, nasional, dan internasional.

    Musisi dunia yang akan hadir di antaranya saksofonis jazz Andrew Hiroshi Suzuki dari Jerman, pemain flute Patrick Shaw Iversen asal Norwegia, pemain jimbe Zakaria Kone dari Burkinafaso, serta pemain perkusi Mohar dan Ramli dari Malaysia. “Mereka akan datang ke Bandung mulai 9-10 Juli untuk latihan,” ujar pentolan kelompok musik Samba Sunda itu, Jumat, 1 Juli 2011.

    Adapun penampil dari dalam negeri di antaranya Dwiki Dharmawan, Balawan dan grup barunya, serta Maribeth. Sedangkan musisi lokal antara lain Ozenk Percussion, Saung Angklung Udjo, Samba Sunda Junior, serta Darso. Selain itu juga digelar pertunjukan tradisional seperti ronggeng, benjang, dan lais dari Garut.

    Panitia memasang dua panggung besar berukuran masing-masing 10 x 20 meter. Tata suaranya berkekuatan 60 ribu watt, sedangkan tata lampu mencapai 120 ribu watt. Dibanding festival perdana tahun lalu, kata Ismet, jumlah penampil tahun ini lebih banyak.

    Adapun Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat Herdiwan berharap festival ini mengarah ke kelas dunia. Meski begitu, rencana festival itu masih dibayangi persoalan pedagang kaki lima. Setiap Ahad, sejak pagi hingga selewat tengah hari, arena acara biasanya dipakai berjualan pedagang pasar kaget Gasibu. “Masalah ini belum selesai dibahas dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung,” ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.