Toisutta: PSSI = Persatuan Suami Sayang Istri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • George Toisutta. ANTARA/Yudhi Mahatma

    George Toisutta. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Mulai hari ini, Kamis 30 Juni 2011, Jenderal George Toisutta mengakhiri jabatannya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Begitu pensiun, benarkah Sang Jenderal tetap ingin mencalonkan diri sebagai Ketua PSSI meski sudah disemprit FIFA?

    "Tetap saja pengin," kata George di Istana Negara, Kamis, 30 Juni 2011. "Tapi, PSSI lain, pengin meluk istri karena saya kan PSSI, Persatuan Suami Sayang Istri."

    Tak pelak, pernyataan Toisutta memantik derai tawa. Tapi, wajahnya buru-buru menjadi agak serius ketika wartawan menanyakan keseriusannya aktif di organisasi bola. Sang Jenderal tiba-tiba enggan berkomentar soal keseriusannya maju mencalonkan diri sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia itu. "Tergantung pada kamulah," ujarnya. "Kamu bilang maju, saya maju. Kalau kamu bilang mundur, mundur."

    George Toisutta, yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953, lulus dari Akademi Militer tahun 1976. Ia duduk di posisi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat pada 2007 hingga tahun 2009.

    George lantas menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 29 November 2009 hingga hari ini.

    BUNGA MANGGIASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.