Malam ini Solo Batik Carnival IV Digelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, kembali menggelar kegiatan budaya tahunan "Solo Batik Carnival IV", Sabtu 25 Juni 2011. Berbeda dengan tiga kegiatan sebelumnya, kali ini pesta kostum batik itu akan digelar pada malam hari.

    Kepala dinas Pariwisata dan Seni budaya Kota Surakarta, Purnomo Subagyo, mengatakan pesta kostum tersebut akan diikuti oleh lebih dari 300 peserta. Mereka akan berjalan menyusuri jalan protokol, mulai dari Solo Centre Poin menuju Balaikota Surakarta. “Jaraknya sekitar empat kilometer,” kata Purnomo.

    Dalam acara "Solo Batik Carnival" saat ini, mereka akan mengusung tema "Keajaiban Legenda". Tidak sekadar berjalan memamerkan rancangan kostum batik, para peserta akan melakukan atraksi berupa fragmen di delapan titik panggung yang dilalui. Ada empat legenda yang akan diusung dalam karnaval tersebut. Legenda itu adalah Rara Jonggrang, Putri Kencana Wungu, Ande Ande Lumut, serta Ratu Pantai Selatan. “Para peserta telah merancang kostum sesuai dengan tokoh-tokoh dalam legenda itu,” kata Purnomo.

    Mereka juga menyiapkan sejumlah properti untuk memperkuat karakter di masing-masing fragmen. Dalam legenda Ratu Pantai Selatan, misalnya, sekelompok orang akan membawa kain sekitar 20 meter yang dikibarkan sebagai simbol gelombang laut. Sedangkan dalam fragmen Rara Jonggrang, mereka juga akan menghadirkan kereta kuda yang dihias dengan replika stupa candi.

    Untuk memeriahkan acara, panitia juga akan menghadirkan beberapa tamu istimewa yang akan mengikuti karnaval dengan kostum "Solo Batik Carnival". Mereka adalah Nadine Alexandra Dewi Ames (Putri Indonesia 2010), Reisa Kartikasari (Putri Lingkungan Hidup 2010), dan Alessandra Khadijah Usman (Putri Pariwisata 2010).

    Stage Manager "Solo Batik Carnival IV", Quintanova, mengatakan mereka telah menggelar gladi resik beberapa hari lalu. “Penonton akan disuguhi dengan karnaval selama 70 menit tanpa putus,” kata dia. Sayangnya, atraksi dari para peserta hanya bisa dinikmati oleh penonton yang berada di sekitar panggung.

    AHMAD RAFIQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.