Judika Fokus di Band

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Judika Nalon Abadi Sihotang. foto :Tempo/Muhammad Auliya

    Judika Nalon Abadi Sihotang. foto :Tempo/Muhammad Auliya

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyanyi solo Judika membuka rahasia kenapa dirinya memutuskan bergabung dengan Ahmad Dhani dan bersama-sama membentuk band Mahadewa. Mantan Indonesian Idol ini ternyata menikmati suara-suara distorsi dari alat-alat musik band, seperti cabikan gitar berpadu dengan gebukan drum.

    "Jadi, ada teman buat teriak-teriak. Dulu kan minus one. Itu tidak sesuai dengan jiwa aku," kata Judika di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juni 2011.

    Judika mengatakan tampil berkelompok berjingkrak-jingkrak di atas panggung lengkap dengan seperangkat alat musik mampu menghadirkan energi tersendiri. Apalagi, jika musik yang dimainkan lebih kental nuansa rock. "Dulu, saya punya cita-cita kalau nyanyi bisa lompat-lompat. Mudah-mudahan bisa terwujud dengan Mahadewa," tuturnya.

    Namun, Judika menegaskan tidak berniat meninggalkan panggungnya sebagai penyanyi solo. Ia mengaku hingga akhir tahun ini, jadwal manggungnya untuk bernyanyi solo di daerah-daerah sudah penuh. "Tapi, aku akan fokus di band ini. Jadi, (solo karier) masih bisa diatur," ungkap Judika.

    Judika berharap keterlibatan dirinya bersama Mahadewa bisa berumur panjang. Jika bisa, ujarnya, sampai Mahadewa mampu mengeluarkan album berbahasa asing dan tembus ke pasar internasional.

    "Aku pengennya Mahadewa jadi perwarna blantika musik. Karena saat ini musik di sini cenderung sewarna," katanya.

    Ke depan, Judika melanjutkan, setelah mengeluarkan single Cinta Buta, Mahadewa berniat "balik kandang" mengaransemen ulang lagu-lagu lawas Dewa 19. Menurutnya, ini terobosan bagus yang diambil Mahadewa. "Mungkin, lagu Siti Nurbaya dibawain Ari dan Once dengan warna beda. Sekarang, seperti itu, aransemen musik akan diubah semua," ungkap Judika.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.