Demam K-pop Juga Melanda Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SHINee. allkpop.com

    SHINee. allkpop.com

    TEMPO Interaktif, London - Tidak hanya di Indonesia, Eropa juga dilanda demam penyanyi atau kelompok musik dari Korea, K-pop. Band asal Korea SHINee menyedot 800 penggemarnya di London, Ahad, 19 Juni 2011.

    Antusiasme warga London terjadi setelah 14 ribu warga Paris, Prancis, mendatangi beberapa konser SHINee 10 hari sebelumnya. Di London, kelompok musik yang digawangi lima personel tersebut tampil di Abbey Road Studios. Menurut SM Entertainment, mereka tampil dalam acara tertutup hanya untuk media lokal dan pelaku industri musik di Eropa.

    Para penggemar SHINee mulai berkumpul di Abbey Road Studios dari pukul 09.00 waktu setempat. Mereka berteriak "Kami ingin SHINee." Beberapa penggemar membawa bendera dengan nama masing-masing personel SHINee dengan tulisan Korea dan bendera Korea.

    Menanggapi antusiasme itu, SHINee memilih 44 orang penggemarnya untuk masuk ke studio dan menyaksikan mereka tampil.

    Studio yang terkenal setelah grup band Beatles memakai foto jalan di luar studio tersebut untuk sampul album mereka Abbey Road itu dibangun pada 1931 oleh Gramophone Company yang merupakan cikal bakal label EMI. SHINee sendiri sejak Maret berada di bawah naungan EMI Jepang.

    Pada 22 Juni, SHINee rencananya meluncurkan single Replay yang merupakan versi Jepang lagu debut mereka. Kelompok vokal ini menyedot 24 ribu penggemar saat konser di Jepang pada Desember lalu.

    Demam K-pop juga melanda Indonesia. Pada Sabtu lalu, JYP Entertainment menggelar "Jakarta Fantastic K-pop Festival". Festival tersebut dimeriahkan penyanyi-penyanyi Korea seperti 2AM, Miss A, San E, dan JOO.

    Menurut JYP Entertainment, sebanyak 3.000 orang menghadiri konser itu.

    KOREAHERALD| KODRAT



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.