Seandainya: Aming Debt Collector  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aming. dok TEMPO/ Zulkarnain

    Aming. dok TEMPO/ Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta-  AMING Supriatna Sugandhi bukan tipe orang yang mudah tergoda promosi kartu kredit. Pria 30 tahun ini mengaku cermat dalam urusan keuangan. “Ih, biar utang seratus perak, gue selalu bayar tepat waktu,” ujar artis yang melejit lewat Extravaganza ini.

    Alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini malah berpikir menutup kartu kreditnya. “Gue bukan orang yang konsumtif, kok,” ujarnya. Dia ingat, dulu di gang rumahnya di Bandung, ada tetangga yang berutang ke rentenir demi membeli kulkas. Ujung-ujungnya, si tetangga tidak kuat mencicil: kulkas ditarik, utang tetap bertimbun.

    Nah, mumpung Aming lagi sok serius, U-Mag memintanya menjadi debt collector kartu kredit. Berikut ini petikannya.

    Seandainya Anda penagih utang, mau yang seperti apa?

    Konsep debt collector seram dan ngancem-ngancem itu sudah ketinggalan zaman. Belum lagi kalau sampai membunuh. Korbannya pasti matinya penasaran dan bakal balik mengejar. Gue takut digerayangi. Hiii…. Yang paling efisien dan tepat sasaran adalah cara-cara yang menjual keindahan ragawi.

    Misalnya?

    Antara lain dengan bermodal toket implan. Satu alat genital kenyataannya bisa menghancurkan banyak pria, termasuk para pengutang.

    Mengapa harus pendekatan seksual?

    Mungkin kelihatannya vulgar, tapi banyak untungnya. Kalau debt collector-nya sensual, orang yang berutang Rp 50 juta bisa-bisa malah ikhlas bayar Rp 100 juta. Syukur-syukur ditambah rumah dan mobil. Orang yang enggak berutang aja pasti mau ikutan bayar. Cuma perempuan seksi yang sanggup begini. Mereka itu superhuman, cuma belagak lemah aja.

    Kriteria seksinya seperti apa?

    Untuk menagih ke nasabah cowok, gue akan rekrut cewek-cewek paling hot. Untuk cewek, gue kirim pria-pria muda nan segar. Uuuh….

    Kalau pendekatan seksual tidak mempan, bagaimana?

    Gue pakai cara-cara takhayul. Kalau lu enggak bayar, nanti rumah lu akan didatengin arwah. Gue akan sewa sound effect terbaik di negeri ini untuk membuat rumah orang itu bergetar plus ada suara pocong dan wangi-wangi dupa. Kalau orang yang ngutang enggak takut juga, ya tembak aja. Susah amat.

    Naskah selengkapnya bisa dibaca di majalah U-Mag edisi Mei 2011. Majalah ini bisa dinikmati lewat aplikasi Scoop di iPad


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.