Lady Gaga Serukan Antridiskriminasi terhadap Homoseksual  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lady Gaga. AP/Peter Kramer

    Lady Gaga. AP/Peter Kramer

    TEMPO Interaktif, Roma - Ratu pop Lady Gaga mengkampanyekan antidiskriminasi terhadap kaum homeseks. Ia ikut memeriahkan panggung parade perayaan hak homeseks Eropa di Ibu Kota Roma, Italia.

    "Hari ini dan setiap hari kita berjuang untuk kebebasan. Kita berjuang untuk keadilan," katanya seperti yang dilaporkan oleh Reuters di Roma, Minggu 12 Juni 2011. Disambut teriakan massa, ia juga menyerukan untuk menunjukkan rasa haru, pengertian, dan menuntut kesetaraan.

    Seperti ciri khasnya, Lady Gaga tampil heboh memakai wig hijau dan pakaian buatan mendiang perancang Gianne Versace. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan kemarahannya karena beberapa pemerintahan di Eropa dan Timur Tengah melakukan diskriminasi terhadap homeseks.

    "Saya perhatikan banyak negara dan pemerintahan di berbagai negara masih melarang masyarakatnya membaca isu tentang lesbian, homoseks, biseksual, dan transgender, antara lain Rusia, Lithuania, Hungaria, dan Libanon," ujarnya. Isu tentang homoseksual adalah sesuatu yang paling penting dalam kariernya karena ia ingin kisah para homoseksual didengar oleh dunia.

    "Kita berdiri di sini untuk menuntut diakhirinya intoleransi," katanya. Pemerintah Roma sendiri sempat khawatir Lady Gaga akan menyatakan sesuatu yang menyerang Paus Benediktus XVI dan Vatikan karena posisi mereka menentang homoseksual, tapi Lady Gaga ternyata tidak melakukannya.

    Sebaliknya, ia menyatakan menghormati agama, tapi agama harus menyatakan menerima keberagaman.

    Album Lady Gaga yang berjudul Born This Way yang lagu-lagunya berkisah tentang homoseksual meroket di tangga lagu lnggris bulan lalu.

    REUTERS/AQIDA SWAMURTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.