Festival Musik Metal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Burgerkill.Kembali memanaskan Bandung Berisik 2011 di bandung.(TEMPO/Bismo Agung)

    Burgerkill.Kembali memanaskan Bandung Berisik 2011 di bandung.(TEMPO/Bismo Agung)

    TEMPO Interaktif, Bandung - Festival musik metal legendaris "Bandung Berisik" kembali digelar. Panitia menghimpun 23 band cadas untuk berpentas di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada 11 Juni 2011. "Ini sekaligus acara kumpul metalhead se-Tanah Air," kata penanggung jawab acara, Gio Vitano, Kamis, 9 Juni 2011.

    Band yang bakal tampil sebagian besar dari Bandung. Di antara band itu adalah veteran konser "Bandung Berisik" sebelumnya, seperti Burger Kill, Jasad, dan Forgotten. Juga ada Beside, Jeruji, Seringai, Disinfect, Rosemary, dan Bleeding Corps. "Dari luar Bandung ada band metal dari Jakarta, Solo, Yogyakarta, Makasar, dan Bali," ujar Gio.

    Pemilihan 21 band itu berdasarkan survei tertutup oleh panitia. Syaratnya, kata Gio, band telah memiliki album, sudah atau akan meluncurkan album baru, dan pernah main di luar negeri. Adapun dua band baru asal Bandung, Last Redemption dan After Coma, dipilih berdasarkan suara terbanyak dari para penggemar lagu metal di Internet.

    Festival kerja sama komunitas Ujung Berung Rebels dan Atap Production tersebut menyiapkan pengeras suara berkekuatan 200 ribu watt dan tempat khusus untuk mosh pit (tempat menari dan saling dorong) yang dijanjikan bebas dari asap rokok dan sampah makanan. Di arena juga disiapkan tenda-tenda untuk klinik gitar dan drum oleh personel band Burger Kill. Gemuruh konser dimulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB.

    Acara musik metal ini telah empat kali digelar, yaitu pada 1995, 1997, 2002, dan terakhir kali digelar delapan tahun lalu. Jumlah penontonnya, kata Gio, mencapai 25 ribu orang.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.