Sweet Seventeen, GIGI Tampil Sempurna

Reporter

Editor

Konser band GIGI Sweet Seventeen di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (26/5). Konser mewah ini turut mengundang beberapa musisi dan konduktor kawakan Tanah Air seperti Erwin Gutawa, Addie MS, Andy Rianto, Tohpati, Agnes Monica, Pasha Ungu, Ari Lasso, Iwa K, DJ Riri dan GIGI reunion (Baron, Ronald, Budhy dan Opet). TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO Interaktif, Jakarta - Hampir tiga jam GIGI memuaskan ribuan penggemarnya dalam konser Sweet Seventeen di Istora Senayan, Kamis malam, 26 Mei 2011. Konser tersebut digelar untuk menunjukkan eksistensi GIGI selama 17 tahun berkarya di kancah musik Indonesia.

Konser ini diwarnai tema keagamaan, kemanusiaan, dan persahabatan seiring dengan perjalanan band yang merayakan hari jadinya ke-17 tahun ini. Sempat beberapa kali berganti personel, GIGI kini digawangi Armand Maulana (vokal), Thomas Ramdhan (bass), Dewa Budjana (gitar), dan Gusti Erhandy Rakhmatullah (drum).

Sebelum konser yang dinantikan para penggemar GIGI atau GIGI KITA dimulai, lagu Indonesia Raya berkumandang. Lagu itu mencerminkan rasa nasionalisme yang tinggi dari grup band yang album pertamanya bertajuk "Angan" tersebut.

Sebelum GIGI beraksi ke atas panggung, pecinta musik yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Tantowi Yahya dengan bangga memberi sambutan. Tantowi menceritakan secara singkat awal kiprah GIGI terjun ke industri musik Indonesia.

GIGI pernah ada di bawah perusahaan rekaman milik Tantowi, Cee Pee. Tantowi mengungkapkan perjalanan karier GIGI secara singkat, terutama masa-masa kritis saat GIGI bongkar pasang personel. “Tidak banyak yang tahu bahwa 1 dari 23 album GIGI separuh pengerjaannya dilakukan di Amerika Serikat dengan melibatkan musisi sekelas Billy Sheehan (pencabik bas Mr Big),” tegasnya.

Pukul 20.00 WIB, petikan gitar Tohpati menandakan kemunculan satu per satu personel grup band GIGI. Lagu pertama Sang Pemimpi yang menjadi soundtrack film berjudul sama ini sontak membuat penonton berteriak ikut bernyanyi.

Disusul lagu kedua berjudul 1999 Menangis. Saat lagu ketiga, Distorsi Manusia, Armand mulai menyapa penonton dengan teriakan "Assalamualaikum". Armand lalu bercerita tentang tiga lagu pembuka yang mengupas mengenai kemanusiaan dan kondisi dunia sekarang yang dihancurkan oleh manusianya sendiri. “Sampai kapan pun kalau mimpi lu positif, maka akan jadi seseorang,” semangat Armand.

Sesaat konser begitu hening, tiba-tiba saja Hendy menggebuk drum yang memang telah di set berada di atas penonton VIP. Penampilan solo drum Hendy sekitar enam menit semakin lengkap dengan tata cahaya yang luar biasa. Acara berlanjut menjadi suasana remix melalui aksi DJ Riri dan Thomas yang memainkan bass.

Tak ketinggalan gitaris berdarah Bali, Dewa Budjana, menunjukkan kelihaiannya mengulik gitar listrik. Saat penonton menikmati alunan petikan gitarnya, suasana terasa kocak. Dewa mengakhirinya dengan nada lagu Cicak Cicak di Dinding.

Armand paling enerjik di antara tiga sahabatnya. Malam itu, seperti biasa, dia melompat, berlari ke sana ke mari, melempar mik ke udara, lalu menangkapnya dengan lincah. Tak hanya itu, selain menunjukkan betapa prima tubuhnya, Armand juga memamerkan keahliannya berkomunikasi di panggung. Lelucon menggelitik fasih saja keluar dari mulutnya sehingga membuat suasana penuh gelak tawa.

DWI OKTAVIANE






Bripka Madih Datangi Polda Metro Jaya Hari Ini, Cerita Soal Tanah & Pengunduran Dirinya

1 menit lalu

Bripka Madih Datangi Polda Metro Jaya Hari Ini, Cerita Soal Tanah & Pengunduran Dirinya

Anggota provos Polsek Jatinegara Bripka Madih mendatangi undangan Polda Metro Jaya Minggu, 5 Februari 2023 atas kasus sengketa tanah yang viral.


Liverpool Dibantai Wolves 3-0 dan Kini di Peringkat Ke-10 Liga Inggris, Apa Kata Jurgen Klopp?

10 menit lalu

Liverpool Dibantai Wolves 3-0 dan Kini di Peringkat Ke-10 Liga Inggris, Apa Kata Jurgen Klopp?

Liverpool hanya bisa mengemas satu poin dari empat laga terakhir mereka di Liga Inggris, terbaru kekalahan di Wolves.


Game Baru Februari 2023, dari Sihir sampai Samurai

14 menit lalu

Game Baru Februari 2023, dari Sihir sampai Samurai

Game Februari menghadirkan tema cerita bervariasi, di antaranya tema sihir berhubungan dengan Harry Potter.


Cara Daftar MyPertamina untuk BBM Subsidi 2023

15 menit lalu

Cara Daftar MyPertamina untuk BBM Subsidi 2023

Untuk mendapatkan subsidi BBM Pertalite dan solar, Anda harus mendaftar di aplikasi MyPertamina terlebih dulu. Simak cara daftar Mypertamina di sini.


Komite Keamanan Minta Tank Leopard Swiss Tak Dipulangkan ke Jerman

16 menit lalu

Komite Keamanan Minta Tank Leopard Swiss Tak Dipulangkan ke Jerman

Swiss tercatat memiliki 87 unit tank Leopard, di mana 9 dari jumlah tersebut sudah pensiun dan saat ini disimpan di depot.


Soal Usulan Penundaan Pemilu, Bamsoet: Tergantung Parpol Parlemen, Saya Hanya Pegang Palu

16 menit lalu

Soal Usulan Penundaan Pemilu, Bamsoet: Tergantung Parpol Parlemen, Saya Hanya Pegang Palu

Bamsoet menyebut peluang terwujudnya penundaan Pemilu ini tergantung dari partai politik yang ada di parlemen.


Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politikus Pro-Rusia

16 menit lalu

Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politikus Pro-Rusia

Zelensky menolak menyebut nama para politikus itu, tetapi mengatakan mereka memiliki kewarganegaraan ganda Rusia.


Menengok Lagi Ihwal Huawei Dituding Mata-mata oleh Amerika Serikat

32 menit lalu

Menengok Lagi Ihwal Huawei Dituding Mata-mata oleh Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat memang telah sedari lama menaruh perhatian terhadap sepak terjang Huawei, produsen smartphone tersebut.


Terkini: Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani, Faisal Basri Ungkap Biang Keladi Minyak Goreng Mahal

33 menit lalu

Terkini: Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani, Faisal Basri Ungkap Biang Keladi Minyak Goreng Mahal

Berita ekonomi dan bisnis paling banyak dibaca siang ini dimulai dari kritik Rhenald Kasali ke Menkeu Sri Mulyani soal ancaman resesi.


Mengenal Jisung NCT yang Meminati Dance Sejak Kecil

37 menit lalu

Mengenal Jisung NCT yang Meminati Dance Sejak Kecil

Jisung NCT idola K-Pop kelahiran Seoul, 5 Februari 2002