Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Berebut Predikat Dalang Cilik Terbaik di Yogyakarta

image-gnews
Aldi Priambodo, salah satu peserta Festival Dalang Bocah Se-DIY beraksi di Dalem Yudonegaran, Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Dua dalang bocah terbaik ini rencananya akan dikirim untuk mewakili provinsi Daerah Istimewa dalam Festival Dalang Bocah Nasional di Jakarta 16-19 Juli 2011 mendatang. TEMPO/Suryo Wibowo.
Aldi Priambodo, salah satu peserta Festival Dalang Bocah Se-DIY beraksi di Dalem Yudonegaran, Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Dua dalang bocah terbaik ini rencananya akan dikirim untuk mewakili provinsi Daerah Istimewa dalam Festival Dalang Bocah Nasional di Jakarta 16-19 Juli 2011 mendatang. TEMPO/Suryo Wibowo.
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak delapan anak berusia 8-15 tahun bersaing memperebutkan predikat dalang cilik terbaik dalam festival yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 24-25 Mei 2011.


Digelar di pendopo Dalem Yudoningratan, empat anak akan bertanding per harinya. “Akan diambil dua yang terbaik untuk festival nasional,” kata Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayaan Yuliana Eni Lestari Rahayu.


Para peserta festival berasal dari daerah di Yogyakarta. Meski usianya masih sangat belia, bocah-bocah itu mahir memainkan wayang. Wahyu Catur Pamungkas asal Bantul, misalnya, yang membawakan lakon Kongso Leno.


Lakon itu berkisah tentang Kongso yang terjebak dalam nafsu molimo (lima larangan). Dengan durasi waktu pementasan untuk masing-masing peserta selama 40 menit, dia harus bersaing dengan tiga anak seusianya. Putra Laksana Tanjung, Aldi Priambodo, dan Bayu Promo Prasopo Aji.


Menurut Eni, selain mempersiapkan peserta dalam festival mendalang nasional, festival kali ini sekaligus menjadi media regenerasi dan pembinaan dalang di Yogyakarta.


Sekretaris Persatuan Pedalangan Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Joko Budiarto, mengatakan, saat ini ada sekitar 20 orang dalang di masing-masing Kabupaten dan Kota di Yogyakarta. Tak semua dari dalang itu dikenal luas masyarakat. Para dalang itu dikategorikan orang-orang dewasa yang pernah tampil mendalang.


Adapun dalang remaja, yang berusia antara15-23 tahun di masing-masing daerah, jumlahnya berkisar 5-10 orang. Mereka berlatih di sanggar-sanggar pedalangan yang didirikan dan dikelolah oleh dalang-dalang profesional.


Berbeda dengan sebaran dalang dewasa dan remaja yang merata di masing-masing kota dan kabupaten di Yogyakarta, dalang cilik tak merata. Jika di Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul, jumlahnya 4-5 orang dan di Kota Yogyakarta berjumlah 3 orang. “Sedangkan dalang cilik asal Kulonprogo, belum ada,” kata Joko.


Joko menyanyangkan, dukungan pemerintah terhadap munculnya dalang cilik masih terbatas. Semestinya materi pedalangan bisa diberikan pada siswa sekolah sebagai muatan lokal pelajaran. Tapi, hingga kini muatan lokal itu belum diterapkan di sekolah-sekolah. “Kalaupun ada, pasti sangat kecil,” katanya.



ANANG ZAKARIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cerita Wayang Kulit Indonesia yang Digemari di Luar Negeri

20 November 2021

Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pedalangan dan Pewayangan di Yogyakarta, Jumat, 19 November 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono
Cerita Wayang Kulit Indonesia yang Digemari di Luar Negeri

Wayang kulit merupakan salah satu karya adiluhung Indonesia telah diakui oleh UNESCO melalui penetapan resmi pada 2003.


Jadi Hiburan, Wayang Potehi pun Digelar dengan Guyonan ala Jawa

21 Januari 2019

Pementasan wayang potehi di Klenteng Sin Tek Bio dalam perayaan Dewa Bumi Hok Tek Ceng Sin, Minggu, 20 Januari 2019 (TEMPO/Bram Setiawan)
Jadi Hiburan, Wayang Potehi pun Digelar dengan Guyonan ala Jawa

Wayang potehi dipentaskan pada 20-21 Januari dalam perayaan ulang tahun Hok Tek Ceng Sin, atau Dewa Bumi untuk kemakmuran dan jasa.


Pesan di Balik Cerita Wayang Kulit pada Ulang Tahun ke-7 NasDem

11 November 2018

Sejumlah artis Ibu Kota dari Partai NasDem berfoto bersama sebelum mendaftarkan diri menjadi bakal calon legislatif (caleg) di kantor KPU, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. NasDem mengajukan 20.391 calon anggota legislatif, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga DPD, di antaranya artis Nafa Urbach, Tessa Kaunang, Addies Adelia, dan Krisna Mukti. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pesan di Balik Cerita Wayang Kulit pada Ulang Tahun ke-7 NasDem

Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk ini digelar pada hari ke-2 perayaan ulang tahun NasDem di Karanganyar, Jawa Tengah.


Ulang Tahun NasDem ke-7 Diwarnai Pertunjukan Wayang Kulit

11 November 2018

Ketua Umum Partai Nasdem dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dalam acara penutupan pekan orientasi calon legislatif Partai Nasdem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta pada Senin, 3 September 2018.  TEMPO/Dewi Nurita
Ulang Tahun NasDem ke-7 Diwarnai Pertunjukan Wayang Kulit

Acara ulang tahun NasDem di Karanganyar, Jawa Tengah, akan ditutup dengan pembekalan calon legislatif partai di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Dalang Favorit Jokowi Meriahkan Pagelaran Wayang di Ultah PDIP

27 Januari 2018

Pagelaran wayang dengan lakon Bima Jumeneng Guru Bangsa yang dihadiri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Mendagri Tjahjo Kumolo di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita
Dalang Favorit Jokowi Meriahkan Pagelaran Wayang di Ultah PDIP

Menurut panitia acara pagelaran wayang, Ki Purwo Asmoro yang tampil di acara ulang tahun PDIP ini adalah dalang favorit Presiden Jokowi.


Megawati Soekarnoputri Hadiri Pagelaran Wayang di Tugu Proklamasi

27 Januari 2018

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memotong tumpeng saat menghadiri pagelaran wayang dengan lakon Bima Jumeneng Guru Bangsa di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita
Megawati Soekarnoputri Hadiri Pagelaran Wayang di Tugu Proklamasi

Megawati mulai menyukai wayang sejak kecil karena ayahnya, Presiden RI ke-1 Soekarno kerap menggelar pertunjukan wayang di Istana.


Wayang Kulit Ambil Bagian dalam Festival Europalia di Belgia

11 November 2017

Dalang Ki Purbo Asmoro mengajarkan siswa memainkan wayang kulit di Jakarta Intercultural School (JIS) Elementary, Jakarta, 2 November 2017. Tempo/Ilham Fikri
Wayang Kulit Ambil Bagian dalam Festival Europalia di Belgia

Wayang kulit menjadi salah satu benda seni yang dipamerkan dalam rangkaian Festival Europalia Indonesia di museum Kota Binche.


Ada Wayang Kulit dalam Star Trek: Discovery, Karakter Siapa?

26 September 2017

Wayang kulit karakter Gatotkaca hadir di serial Star Trek: Discovery. (Star Trek: Discovery)
Ada Wayang Kulit dalam Star Trek: Discovery, Karakter Siapa?

Ada wayang kulit dalam serial televisi Star Trek: Discovery episode terbaru yang tayang pada akhir pekan lalu.


PT KAI Sumbang Wayang Orang Sriwedari Solo Uang Rp 223 Juta

7 Juli 2017

Dua orang seniman berlakon sebagai Petruk dan Gareng dalam pertunjukan kesenian wayang orang yang berjudul Jayabaya Mukswa di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta (31/3). TEMPO/ Nita Dian
PT KAI Sumbang Wayang Orang Sriwedari Solo Uang Rp 223 Juta

Pada Maret lalu, PT KAI juga menyerahkan bantuan senilai Rp 150 juta untuk gedung kesenian itu.


Opera Ramayana: Murka Rahwana di Hari Raya

3 Juli 2017

Penari Wayang Orang mementaskan Pentas Opera Ramayana pada acara Bakdan Neng Solo di Benteng Vantenburg, Solo, Jawa Tengah, 28 Juni 2017. Pentas tersebut digelar sebagai promosi kota sekaligus diharapkan dapat memberikan hiburan bagi pemudik maupun warga yang berlibur di Kota Solo saat lebaran 2017. ANTARA FOTO
Opera Ramayana: Murka Rahwana di Hari Raya

Lakon Rama Tambak dalam Opera Ranayana ini tak hanya menyuguhkan konflik antar-kerajaan, tapi juga menyelipkan pesan-pesan lingkungan.