Dewi Gontha, Mantap Berbisnis Musik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewi Gontha. TEMPO/Yosep Arkian

    Dewi Gontha. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO Interaktif, Suara tenor Andrea Bocelli melengking indah di Grand Ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Ahad pekan lalu. Semua penonton berdecak kagum terhadap kemampuan penyanyi yang berhasil menjual lebih dari 70 juta kopi dari album dan single-nya itu.

    Di belakang panggung, Dewi Alice Lydia Gontha menghela napas panjang. Kerja kerasnya mendatangkan penyanyi tenor asal Italia itu terbayar sudah. "Tujuh tahun produksi Java Jazz Festival, ini (konser Bocelli) paling sulit," kata Direktur Utama PT Java Festival Production itu di kantornya di Simprug, Jakarta Selatan, Kamis lalu, 19 Mei 2011.

    Perempuan kelahiran Leidschendam, Belanda, 27 Februari 1974, ini menunjukkan betapa susahnya menggelar konser Bocelli. "Alat-alat musiknya sangat spesifik dan tidak ada di Indonesia," kata Dewi. Persoalan ini memang menjadi harga mati Bocelli mau bernyanyi di Indonesia. Dewi memberi contoh, untuk urusan mikrofon pun harus menyewa di New York, Amerika Serikat. "Kami harus bergiliran dengan Taipei dan Beijing."

    Lantaran mahalnya membuat persiapan konser, harga tiket dipatok mahal, dari Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta. "Kami dikomplain (karena) kemahalan. Mereka enggak tahu berapa biaya mendatangkan artis ini," kata Dewi seraya menyebutkan bahwa jumlah harga amat mencengangkan hanya untuk membayar honor Bocelli.

    Perempuan berwajah ayu asli Indonesia ini adalah promotor tangguh di balik kesuksesan festival musik seperti Java Jazz, Java Rockin' Land, Java Soulnation, dan konser-konser tunggal musisi luar negeri. Ia mengakui, andil papanya, Peter F. Gontha, amat berkontribusi mendatangkan para musisi kelas dunia itu. Dewi pun mengakui, ayahnyalah yang mengajaknya terjun di dunia hiburan menjadi promotor musik. Namun, hasratnya dalam bermusik amat mempengaruhi keputusannya hidup di dunia musik.

    Sebelum berbisnis di dunia musik, perempuan yang akrab disapa Dewi Gontha ini merambah beragam bidang pekerjaan. Selepas kuliah master Organization Policy di Boston University dan vakum tiga tahun, ia sempat bekerja di bidang financial security, bekerja di usaha papanya, Data.com, hingga membuka toko baju impor.
     
    Namun, tak ada yang mengena di hatinya. Ajakan ayahnya untuk menjadi promotor diterimanya dengan sukacita.

    Musik bukan barang baru dalam kehidupan ibu dua anak laki-laki bernama Alvaro dan Dante ini. Sejak kecil, ia terbiasa mendengarkan grup musik bergenre jazz fusion bentukan ayahnya, Bhaskara, yang berlatih di rumahnya, di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan.

    Tak sekadar menikmati musik. Mamanya, Purnama Gontha, sejak kecil mendorong Dewi les piano. "Tapi tidak berhasil," kata pemilik mata indah ini seraya tersenyum. "Saya mungkin promotor musik yang tidak bisa mengaransemen musik," ucapnya. Padahal, saat keluarga berkumpul, mereka suka nge-jam. "Kakak bermain bas, Papa main piano, saya menikmati saja."

    Menonton konser musik sudah dimulai Dewi sejak kecil. Jika Natal tiba, keluarga besar Gontha selama tiga pekan akan berlibur ke luar negeri. Musisi kelas dunia sudah diperkenalkan dalam hidup Dewi, seperti Tony Bennet dan Barbra Streisand, hingga menonton North Sea Jazz Festival. "Saat itulah Papa selalu bilang, 'Daripada cuma bisa menonton di luar, kita harus bisa mendatangkan mereka ke Indonesia'."

    Kebiasaan ini ditularkan kepada anak-anaknya. Meski anaknya belum terlalu mengerti, Dewi melihat Alvaro sudah menunjukkan minatnya. "Ia sering bertanya, 'Gimana sih, Ma, sulitnya membawa mereka ke sini?'" Bahkan Dewi menunjukkan lukisan anak sulungnya itu. "Lihat, ada orang sedang konser, main saksofon, di baliknya dolar."

    Hati Dewi kerap tersentuh acap kali melihat "pengertian" anaknya atas kesibukannya. "Sebulan sebelum festival, pasti mereka diam tidak mengusik mamanya," kata Dewi, yang mengidolakan Anita Baker, Beyonce Knowles, dan Chris Brown. Selepas festival menjadi hari-hari mewah bagi dua putranya. "Mereka minta saya pulang cepat pukul 7 malam, sebelum tidur. Itu yang selalu mereka tunggu."
     
    ISTIQOMATUL HAYATI



    Biodata

    Nama: Dewi Alice Lydia Gontha

    Kelahiran: Leidschendam, Belanda, 27 Februari 1974

    Pekerjaan: Direktur Utama PT Java Festival Production

    Orang tua: Peter F. Gontha dan Purnama Gontha

    Anak: Alvaro dan Dante

    Pendidikan:
    SMA Tarakanita I Jakarta
    International Relation Boston University (Bachelor)
    Organization Policy Boston University (Master of Science)

    Prestasi:
    Tujuh kali menggelar Java Jazz Festival
    Tiga kali menggelar Java Rockin' Land
    Empat kali menggelar Java Soulnation


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.