Jane Campion Jadi Mentor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jane Campion.

    Jane Campion.

    TEMPO Interaktif, Cannes - Tak ada yang menyangka bahwa Jane Campion akan hadir di Festival Film Cannes tahun ini. Kejutan itu terjadi di ruang konferensi pers ketika wartawan diberi waktu untuk melakukan wawancara dan sesi tanya-jawab dengan sutradara Sleeping Beauty, Julia Leigh. Julia yang didampingi artis Emily Browning dan Rachael Blake, diam-diam juga ternyata didampingi oleh Jane Campion, satu-satunya sutradara perempuan yang pernah mendapatkan Palem Emas di Cannes tahun 1993 itu lewat film The Piano.

    Jane Campion terlihat membaur dan duduk tenang di antara para jurnalis yang memenuhi ruangan menunggu giliran bertanya. Di halaman depan press release Sleeping Beauty memang tertulis 'Jane Campion Presents'. Rupanya, Campion berperan sebagai mentor Leigh dalam proses pembuatan film yang masuk nominasi Palem Emas tahun ini. Maklum, Leigh sebelumnya adalah penulis novel The Hunter dan Disquiet yang banyak mendapat banyak penghargaan literatur. Medium film adalah medium yang sama sekali baru buat Leigh. Sebagai sutradara baru, yang baru pertama kali membuat film, kehadiran Campion dalam produksi filmnya ikut membuka banyak jalan.

    “Jane (Campion) memang tidak berada di lokasi syuting saat kami membuat film ini, tapi kesediaannya menjadi mentor memuluskan banyak kendala teknis, khususnya yang menyangkut dana. Jane juga selalu memberi semangat dan berulang-ulang kali menekankan bahwa ini adalah film saya karena itu sayalah yang harus memutuskan akan ke mana arah film ini,” kata Leigh. Semangat yang diberikan Campion membuat Leigh percaya diri dalam proses pembuatan Sleeping Beauty.

    Sutradara kelahiran Australia 1970 ini kemudian menambahkan, “Oh ya, dan kebetulan Jane Campion ada juga di ruang ini, itu dia duduk di belakang sana,” katanya Leigh sambil menunjuk ke arah kursi tempat Campion duduk. Seluruh pandangan kemudian diarahkan ke Jane Campion yang kemudian berdiri melambaikan tangan ke arah para wartawan. Spontan, seluruh hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.

    Walaupun berbeda pendekatan cara menyutaradarai film, tapi menurut Jane, Julia berani memvisualkan apa yang biasanya hanya mampu dicapai lewat novel. “Julia (Leigh) tidak ragu-ragu mengeksplorasi wilayah yang biasanya fasih dia tuangkan lewat tulisan. Selain itu, saya sangat suka skenario film ini. Karena itulah saya setuju untuk menjadi mentor. Tapi, saya tidak terlibat dalam proses kreatif. Itu semua adalah keputusan Julia sebagai sutradara,” kata Jane Campion. Di akhir sesi tanya-jawab itu, Jane Campion juga terlihat paling bersemangat memberikan tepuk tangan.


    ASMAYANI KUSRINI (CANNES)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.