Besok, Ratusan Seniman Magelang Gelar Karnaval Paku Tidar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Magelang -  Tak kurang dari 700 seniman dari berbagai kelompok kesenian rakyat di Magelang, Jawa Tengah, akan menggelar Karnaval Paku Tidar, Sabtu (13/5) besok. Kegiatan berupa pawai budaya itu dimulai dari kaki Gunung Tidar menuju kilometer nol di kawasan Alun-Alun Kota Magelang.

    Ketua Panitia Karnaval Paku Tidar 2011 Haris Kertorahardja mengatakan ada 23 kelompok kesenian rakyat yang ikut dalam kegiatan tersebut. “Mereka akan menjalani kirab dengan berjalan kaki sambil mementaskan kesenian di sepanjang jalan sekitar dua kilometer dari Gunung Tidar ke 'titik kilometer nol'," kata Haris.

    Atraksi kesenian yang akan ditampilkan antara lain kuda kepang, warok bocah, grasak topeng ireng, soreng, liong samsi, musik truntung, dan marchingthung.Para seniman juga akan mengusung sejumlah tandu berisi sekitar seribu burung. Burung-burung aneka jenis seperti Emprit Jawa, Emprit Kaji, dan Gereja itu kemudian dilepas di alun-alun kota.

    Sejumlah seniman antara lain ES Wibowo, Ardhi Gunawan, Arum Ardani, Umi Winarni, Poppy Safitri, dan Margono akan mementaskan pertunjukan Suluk Gunung Tidar di puncak gunung tersebut sebagai simbol perjalanan rohani manusia, sebelum kirab ratusan seniman tersebut dimulai.

    "Prosesi itu menggambarkan Gunung Tidar yang hingga saat ini tetap hijau dengan berbagai jenis tanaman dan satwa patut terus dilestarikan oleh masyarakat," kata ES Wibowo yang juga pimpinan komunitas Padepokan Gunung Tidar.

    Rencananya,  kirab budaya bakal melalui Jalan Ikhlas, Jalan Sudirman, Jalan Pemuda di kawasan pusat pertokoan "Pecinan", dan berakhir di tugu sebagai tanda kilometer nol Kota Magelang.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, untuk sementara waktu menutup arus lalu lintas dari utara ke selatan di Pecinan, karena akan digunakan untuk kirab dari selatan ke utara," kata Sekretaris panitia Sholahuddin Al-Ahmed. Seluruh peserta kirab akan mengenakan berbagai properti alami sebagai simbol pelestarian lingkungan.

    PRIBADI WICAKSONO.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.