Kejutan dari Jafar Panahi di Cannes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan dalam In Film Nist .

    Adegan dalam In Film Nist .

    TEMPO Interaktif, Cannes - Kabar itu datang mengejutkan, tiga hari sebelum pembukaan. Festival Film Cannes 2011, 11-22 Mei 2011 di Cannes, Prancis, akan memutar film Jafar Panahi, sutradara asal Iran yang saat ini sedang dalam proses naik banding atas hukuman penjara 6 tahun dan 20 tahun larangan membuat film.

    Film yang berjudul In Film Nist (This is Not Film) ini akan diputar di pemutaran khusus seksi kompetisi Cannes pada Kamis, 19 Mei, mendatang. Film yang disutradarai oleh Panahi dan Motjaba Mirtahmas (sutradara dokumenter dan asisten Panahi) ini adalah film dokumenter tentang situasi Panahi selama menjalani proses pengadilan.

    Bersama dengan film ini, Panahi juga menulis surat terbuka, "Masalah kita adalah juga aset kita. Memahami paradoks ini membantu kita untuk tidak kehilangan harapan dan bisa terus melangkah karena kita percaya di mana pun kita hidup, kita tetap akan menghadapi masalah, besar atau kecil. Tapi, adalah tugas kita untuk tidak dikalahkan dan terus mencari penyelesaian."

    Pemerintah Iran memang sudah lama memantau kegiatan Panahi. Maklum, film-film Panahi meski tidak langsung menunjuk hidung penguasa, sangat cerkas mengkritik sistem aturan di Iran yang tak masuk akal. Filmnya, The Mirror (1997), The Circle (2000), Crimson Gold (2003), dan Offside (2006) adalah film-film satire ciri khas Panahi.

    Panahi kemudian dituduh melakukan propaganda menentang sistem di Iran saat sedang menyelesaikan sebuah film yang judulnya belum lagi diketahui. Tuduhan inilah yang membuatnya dilarang membuat film selama 20 tahun. Tidak hanya itu, larangan ini juga yang membuat Jafar Panahi terpaksa membatalkan wawancara dengan penulis artikel ini.

    Upaya untuk mengetahui situasi terakhir lewat keluarga Panahi juga kandas karena peringatan dari pengacaranya bahwa pembicaraan Panahi dengan media luar bisa jadi berdampak terhadap kebebasan keluarga sutradara asal Meyaneh ini. Hingga seperti itu pemerintah Iran mencabut hak warga negaranya.

    Oleh karena itu, pengumuman dari Direktur Festival Film Cannes, Thierry Fremaux, menjadi berita gembira bagi dunia perfilman dunia yang sekaligus menghadirkan rasa cemas akan nasib sutradara yang pernah memenangkan Camera d'Or untuk film panjang pertamanya The White Balloon tahun 1995 ini.

    Toh, tindakan mengirimkan In Film Nist ke festival film termegah dunia ini adalah tindakan berani dan efektif untuk menyampaikan pesan ke dunia luar dari dalam negeri yang tertindas. Sampai saat berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pemerintah Iran.

    ASMAYANI KUSRINI (CANNES)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.