William Bersiap Memancing Saat Bulan Madu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan saling bergandeng tangan, Pangeran William dan istrinya Catherine melintasi halaman Istana Buckingham, sehari setelah pernikahan akbar mereka (30/4). AP/ John Stillwell

    Dengan saling bergandeng tangan, Pangeran William dan istrinya Catherine melintasi halaman Istana Buckingham, sehari setelah pernikahan akbar mereka (30/4). AP/ John Stillwell

    TEMPO Interaktif, London - WilIiam dan Kate Middleton akan mengelilingi pulau kecil yang menjadi surga bulan madu mereka dengan sepeda tua reyot. Sejak Senin lalu, pasangan kerajaan ini memilih berbulan madu di Seychelles yang berada di pinggiran Samudra Hindia.

    Duke dan Duchess of Cambridge akan melewati masa bulan madu dengan berjemur di pulau yang terpisah dari beberapa staf mereka. Mereka benar-benar mengharapkan bisa berdua saja. William juga sudah menyiapkan alat untuk memancing ikan. Nantinya, ikan itu akan mereka makan untuk menemani masa-masa indah selama dua pekan berbulan madu.

    Seorang sumber mengatakan, “William ingin Kate benar-benar rileks. Ia juga ingin hanya ada mereka berdua saja. Ini benar-benar tempat yang sempurna.” Sumber itu menambahkan. “Mereka berharap bisa mematikan mobil mereka, kemudian menghilang dari dunia modern dan ramai. Ini akan menjadi puncak istirahat mereka.”

    Saking inginnya merahasiakan tempat bulan madu, pasangan yang menikah pada 29 April lalu itu tidak menyebutkan nama pulaunya. Menteri Pariwisata Seychelles Alain Stange ikut senang dengan keputusan tersebut.

    William dan Kate tiba di bandar udara Seychelles dengan menggunakan pesawat pribadi dari rumah mereka di Anglesey. Mereka naik helikopter ke sebuah pulau mungil yang sudah dipesan. Kabarnya mereka menginap di sebuah vila berharga 4.000 poundsterling per malam.

    MIRROR| MAILONLINE| ISTIQOMATUL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.