Pippa Middleton Ditawari Rp 42,9 Miliar untuk Main Film Porno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pippa Middleton. AP/Scott Heppell

    Pippa Middleton. AP/Scott Heppell

    TEMPO Interaktif, London - Adik Duchess of Cambridge Kate Middleton, Pippa Middleton, ditawari tampil di satu adegan film porno dengan bayaran US$ 5 juta (Rp 42,9 miliar).

    Pemilik dan Co-Chairman Vivid Entertainment, Steven Hirsch, dikabarkan telah mengirim surat tawaran tersebut kepada Middleton, Jumat, 6 Mei 2011.

    "Menurut saya, Anda adalah bintang dalam pernikahan agung belum lama ini," tulis Hirsch dalam surat ke Pippa Middleton yang dilansir situs gosip selebritas, TMZ. "Ketika saya menonton tayangan tersebut, saya berpikir dengan kecantikan dan tingkah laku Anda, Anda akan menjadi bintang dewasa yang sangat sukses."

    Kate dan Pangeran William menikah di London pada 29 April. Sejak itu, nama Pippa Middleton menjadi buah bibir masyarakat berkat penampilannya yang anggun dan sederhana.

    Hirsch menulis, setelah melihat foto Pippa "bersenang-senang di sebuah pesta, saya memutuskan menawari Anda sebuah peran di salah satu film kami mendatang".

    Foto yang disebut Hirsch adalah foto Pippa sedang menari dengan hanya mengenakan BH berwarna merah dan rok mini bersama seorang pria bertelanjang dada.

    "Untuk satu adegan yang sangat terbuka, saya ingin menawarkan Anda US$ 5 juta," tulis Hirsch. Lalu jika saudara laki-laki Pippa, James, ingin melakukan adegan lainnya, Hirsch bersedia membayar James US$1 juta (Rp 8,5 miliar).

    "Saya harap Anda bisa mempertimbangkan dengan serius tawaran ini," tulis Hirsch.

    Vivid Entertainment mengumumkan mereka memproduksi film dewasa yang akan menggambarkan bagaimana Pangeran William dan Kate menjalani pernikahan mereka. Film itu akan diperankan orang-orang yang mirip Pangeran William dan Kate.

    Belum ada konfirmasi dari Hirsch ataupun pihak Pippa Middleton mengenai kebenaran berita tersebut.

    TORONTOSUN| KODRAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.