Andi Soraya Benarkan Pernah Datangi Ponpes Al-Zaytun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Soraya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Andi Soraya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII Imam Supriyanto menyebut dugaan keterkaitan artis Andi Soraya dengan NII Komandemen Wilayah (KW) 9.

    Andi hanya membenarkan dirinya pernah mendatangi pesantren yang disebut-sebut sebagai markas NII, Al-Zaytun. Namun, ia mengatakan kedatangannya ke pesantren di Indramayu, Jawa Barat, itu bersama rombongan besar.

    "Memang saya dapat undangan. Ada Thomas Jorghi, Titi Kamal, Christian Sugiono. Kalau saya ambil tour, apakah saya anggota?" kata Andi kepada wartawan di Menteng, Ahad, 8 Mei 2011.

    Andi menampik jika disebut kedatangannya itu sebagai anggota NII. Menurutnya, tudingan bahwa ia pernah terlibat ke dalam jaringan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 tersebut adalah fitnah belaka.

    "Itu lelucon luar biasa. Itu fitnah," kata Andi.

    Andi Soraya mengaku mengetahui tuduhan itu dari sejumlah media massa. Ia mengatakan baru bisa membantah tuduhan tersebut beberapa hari setalah bergulir dengan alasan sibuk bekerja.

    Andi menegaskan tidak mengenal Imam Supriyanto. Ia mengatakan bagaimana bisa mengenal NII, sedangkan jelita berdarah Makassar ini tidak mengetahui Imam sebelumnya. "Saya tidak pernah mengetahui pemahaman-pemahaman dan ajaran tentang itu," ujarnya.

    Andi menduga ada motif persaingan bisnis di balik tuduhan tersebut. Sebab, belakangan, ia mengaku tengah disibukkan dengan rencana garapan konser berskala Internasional. "Tiba-tiba ada pemahaman seperti itu, lalu saya dikaitkan. Saya mau mengembangkan sayap, ada saja cobaan," katanya tanpa menjelaskan lebih rinci rencana garapan tersebut.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.