Duo Hurts Hibur Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konser Hurts di Epicentrum Walk Kuningan Sabtu (7/5) malam (Tessa Febiani)

    Konser Hurts di Epicentrum Walk Kuningan Sabtu (7/5) malam (Tessa Febiani)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Teriakan penonton di Epicentrum Walk Kuningan Sabtu 7 Mei 2011 malam lalu, menyambut Theo Hutchcraft dan Adam Anderson. Duo Hurts dengan jenis musik synthpop asal Manchester, Inggris ini langsung mengambil posisi, Theo mengambil mikrofon, Adam duduk dengan keyboardnya.

    Tak basa basi, Theo yang menggunakan setelan jas hitam langsung menyanyikan Unspoken yang diambil dari album pertama mereka, Happiness. Rampung menyanyikan lagu dengan multi efek ini, Theo pun menyapa penonton, “Hello Jakarta, we’re Hurts.”

    Hurts pun kemudian menyanyikan lagu Silver Lining yang dilanjutkan Wonderful Life, Happiness, Blood, Tears & Gold, dan Evelyn.

    Separuh lagu Evelyn dinyanyikan, Adam meninggalkan keyboardnya dan memainkan gitar. Lagu Evelyn memang satu-satunya lagu di mana Adam memainkan gitar. Saat menyanyikan lagu ini juga, Theo terlihat lebih enerjik beraksi dalam konser.

    Sayang, kehadiran fotografer yang memotret di depan panggung hingga enam lagu dinyanyikan cukup mengganggu penonton yang ingin menikmati aksi panggung Hurts. Dalam konser lain, fotografer biasanya hanya diperbolehkan memotret saat band memainkan 2-3 lagu pertama.

    Konser Hurts ini juga kurang berlangsung meriah karena penonton yang datang hanya berkisar 400 orang, jumlah yang sangat sedikit untuk band sekelas Hurts yang sangat terkenal di Eropa ini. Di Indonesia memang belum terlalu banyak yang mengenal duo ini. “Target kami 700 orang,” kata Public Relations & Media Manager Urbanite Asia, Nazyra C. Noor kepada Tempo, Sabtu malam. Urbanite Asia adalah promotor konser ini.

    Konser Hurts ini adalah satu dari rangkaian konser yang diadakan majalah Nylon Indonesia. Acara bertajuk Nylon Music Festival ini juga menampilkan 10 band lokal sebelum Hurts tampil pada pukul 22.30 WIB malam itu.

    Penampilan kesepuluh band lokal ini juga tak kalah bagusnya. Salah satu yang menampilkan aksi prima adalah Jirapah. Band yang dibentuk empat pemuda Indonesia di New York ini menyanyikan empat lagu, Clouds, I Too Was a Teenager, Saturdays, dan Alexander. Sayang, antusiasme penonton tak begitu bagus karena penonton kebanyakan memilih duduk menyaksikan aksi panggung band-band itu.

    Hurts adalah duo asal Manchester, Inggris yang dibentuk pada 2009. Mereka baru memiliki satu album berjudul Happiness yang dirilis pada 6 September 2010 lalu.

    Seluruh lagu dalam album ini termasuk Sunday, Devotion, Illuminated, dan Stay dinyanyikan Theo dalam konser semalam. Hanya The Water yang tak dinyanyikan dalam konser semalam. Single Mother Nature pun dibawakan dengan baik oleh Theo.

    Total 13 lagu ditambah encore --tambahan lagu yang diminta penonton-- Better Than Love memang dinyanyikan dengan sempurna oleh Hurts. Kehadiran penyanyi tenor Richard Sidaway yang menyanyi dengan apik dalam lagu Verona sangat membantu penampilan Hurts.

    Kehadiran Hurts di Indonesia masuk dalam rangkaian konser mereka. Sehari sebelum di Jakarta, Hurts juga manggung di Kuala Lumpur, Malaysia. Hari ini (8/5) duo ini juga mengadakan konser di Hard Rock Café, Bali. Baru Selasa pekan depan mereka akan bermain di Singapura.

    Seperti kebiasaannya saat berkonser, malam itu Theo juga melempar mawar putih ke arah penonton. Dalam setiap konsernya, Hurts selalu menyanyikan lagu Confide in Me milik Kylie Minogue yang dinyanyikan ulang oleh mereka.

    Semalam pun Hurts menyanyikan lagu itu. Seperti dalam konser-konsernya di negara lain, Hurts juga melakukan gerakan khas dengan tangannya saat menyanyikan bagian “We all get hurt by love and we all have a cross to bear.” Sayang, hanya sedikit penonton mengikuti gerakan ritual dalam lagu Confide in Me itu.

    FANNY FEBIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.