Sinema Wajah Indonesia Gaet Para Sineas Kawakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +

  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Setelah berhasil menyabet penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam pergelaran “Sinema 20 Wajah Indonesia” tahun lalu, SCTV makin memantapkan diri dalam jalur film televisi. Kini, program yang menjadi unggulan tersebut kian digarap serius dengan mengusung konsep parade film televisi, bertajuk Sinema Wajah Indonesia.

    “Sebagai bukti keseriusan SCTV mengangkat film televisi, maka program ini pun menghadirkan para penulis cerita yang handal,” ujar Harsiwi Achmad, Direktur program dan Produksi SCTV, dalam jumpa wartawan di Jakarta, kemarin.

    Para sineas kawakan pun digandeng untuk menghasilkan cerita yang mumpuni. Sebut saja Arswendo Atmowiloto, Putu Wijaya, Taufik Daraming, Armantono, Imam Tantowi, Dwi Ilalang, Dedi Setiadi, Herwin Novianto, dan Agus Ilyas. “Untuk penggarapan program ini pun SCTV mempercayakannya pada Deddy Mizwar,” kata Harsiwi. Program ini akan tayang mulai 23 April 2011 setiap Sabtu malam pukul 22.30 WIB.

    Film televisi tersebut digarap  menggunakan video HD yang biasa dipakai untuk produksi film layar lebar. Konsep ceritanya pun dipilih melalui proses seleksi demi kematangan kisah yang sangat erat dengan citarasa ke-Indonesia-an. “Para pemainnya pun juga akan dipilih, tidak asal comot. Hal ini untuk menjaga kualitas akting,” ujar Dedy.

    Sinema Wajah Indonesia kali ini menjanjikan cerita-cerita yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia . Tak hanya berpusat di pulau Jawa, seperti Mahasmara yang diangkat dari cerita rakyat Solo yang berkisah tentang mitos bahu lawean. Tapi juga kisah-kisah dari pulau seberang, seperti Pahala Terindah dari Lombok dan Kalung Kiriman Ibu dari Gorontalo.

    Aguslia Hidayah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.