Penonton Opera Tan Malaka Penuhi Taman Ismail Marzuki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gladi Resik pementasan Opera 3 Babak

    Gladi Resik pementasan Opera 3 Babak " Tan Malaka" di Salihara. TEMPO/Arnold Simanjutak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski hujan, penonton opera tiga babak Tan Malaka memadati gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, malam ini, 22 April 2011. Kursi penonton di gedung tersebut tampak penuh. Pertunjukan opera esai ini tak lain dalam rangkaian ulang tahun Tempo yang ke-40. 

    Pertunjukan gladi bersih ini menampilkan aktor Landung Simatupang dan Whani Darmawan serta dua penyanyi soprano Binu Sukarman dan Nyak Ina 'Ubiet' Raseuki. Perhelatan akan berlangsung dalam dua hari yaitu Sabtu dan Ahad (23-24/4) esok.

    Memang, naskah disusun tanpa dialog. Hanya narasi-narasi yang dilafalkan oleh para aktor dan aria yang didendangkan oleh dup soprano.

    Opera tiga babak Tan Malaka pernah dipentaskan di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Oktober tahun lalu. Namun, kali ini pertunjukan sedikit mengalami perubahan konserp. 

    Kali ini pendekatannya lebih puitik dan imagestik,” kata Goenawan Mohamad, sutradara Opera Tan Malaka. 

    Imajinasi lebih ditekankan dalam pertunjukan ini. Dan koreografi dinilai menjadi elemen yang penting. Karena itulah, dalam pertunjukan kali ini dilibatkan banyak penari. Fitri Setyaningsih, koreografer pertunjukan ini, akan mengusung sekitar 20 penari dari Solo, Jawa Tengah. 

    Misalnya, dalam adegan keriuhan pengungsi. Dalam pertunjukan perdana pada Oktober tahun lalu, para pengungsi diperankan oleh kelompok teater Ciliwung, Jakarta, dengan bahasa tubuh yang konkret. Koreografi Fitri bertugas menjelaskan adegan-adegan itu dalam kosa-gerak tari. Penambang, pengungsi, dan rakyat memerankan aktivitas yang tak sekadarnya. "Saya punya porsi koreografi yang lebih banyak di sini," ujar Fitri. “Gerak tari nantinya lebih konteks dengan naskah Tan.” 

    Bahkan, saat bagian overture musik, yang pada waktu lalu tak ada aktivitas panggung, kali ini Fitri akan menyertakan adegan koreografi bertema buku dan topi. Buku menjadi ide karena, selain penulis, Tan adalah pembaca yang baik. 

    Opera Tan Malaka merupakan kolaborasi kesekian kalinya antara komponis Tony Prabowo dan librettist Goenawan Mohamad. Sebagai sebuah perkawinan antara musik dan sastra, Opera Tan Malaka menunjukkan kekhususannya sebagai sebuah “opera-esai”. 

    Pertunjukan ini berkisah tentang penegasan riwayat Tan atas ketidakhadirannya. Tidak ada dialog, karena Goenawan menyusun naskah tanpa alur cerita. Tak ada penokohan di sana. Yang ada adalah penutur dan pendendang aria.

    ISMI WAHID


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.