Kerajaan Luwu Beri Penghargaan pada Sutradara I La Galigo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (Kiri), Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo dan Sutradara teater I La Galigo, Robert Wilson (Kanan). TEMPO/Hariandi Hafid

    Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (Kiri), Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo dan Sutradara teater I La Galigo, Robert Wilson (Kanan). TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO Interaktif, Makassar - Sutradara pementasan teater I La Galigo, Robert Wilson, mendapatkan penghargaan khusus dari Kerajaan Luwu atas karyanya yang telah dipentaskan dunia. Penghargaan tersebut sejajar dengan pengukuhan Datu atau Raja Luwu. Penghargaan tersebut diserahkan melalui ritual Riwata Lawaolo yang berlangsung di halaman Fort Rotterdam tadi pagi, Kamis (21/4).

    Dalam prosesi ritual, Robert yang diwakili produser I La Galigo, Restu Imansari Kusumaningrum, diserahi keris Luwu, sebagai simbol penghargaan. Keris diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

    Riwata Lawaolo merupakan upacara adat dari Kedatuan Luwu. Ini merupakan ritual yang hanya diselenggarakan untuk pelantikan Datu atau untuk menyambut tamu agung. Robert Wilson bersama tim produksinya diberi penghargaan karena jasanya mengangkat cerita La Galigo ke dalam seni opera dunia. “Ia dianggap turut menghidupkan kembali La Galigo,” ujar Mangngo, tokoh adat dari Luwu yang hadir dalam ritual adat ini.

    Syahrul menyatakan sangat berterima kasih kepada Robert Wilson bersama tim produksi Change Performing Arts Italia dan Bali Purnati Indonesia yang telah turut membesarkan I La Galigo. Syahrul berharap pementasan I La Galigo bisa menjadi kegiatan tahunan di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

    Robert, dalam konferensi pers I La Galigo kemarin, menyatakan bahwa ia merasa tersanjung bisa mengembalikan pementasan I La Galigo di tanah kelahirannya. Pementasan ini akan berlangsung pada 22-24 April di Fort Rotterdam.

    Sementara itu, tokoh masyarakat Luwu, Andi Luthfi Alukti, yang juga hadir dalam upacara ritual ini berharap makna dari La Galigo tidak hanya sebatas seni pertunjukan. Yang tak kalah penting, kata dia, adalah penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Saya berharap I La Galigo bisa membumi. Nilai-nilai seperti kejujuran dan ketegasan harus dianut. I La Galigo juga merupakan pemersatu bangsa dari aspek budaya,” ujarnya.

    SUKMAWATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.