Ucapan Duka untuk Franky Mengalir di Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Franky Sahilatua menyanyi disela-sela deklarasi menifesto

    Musisi Franky Sahilatua menyanyi disela-sela deklarasi menifesto "Sepiring Untuk Indonesia" yang bertujuan membantu korban busung lapar atau musibah nasional di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat, 1 Juli 2005. TEMPO/Usman Iskandar

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Musisi Franky Sahilatua, 57 tahun, meninggal dunia pada Rabu (20/4), pukul 15:15 di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Jakarta. Franky dirawat di rumah sakit itu sejak 16 April lalu akibat kanker sumsum tulang belakang yang dideritanya.

    Ucapan duka untuk Franky langsung mengalir di situs mikroblogging Twitter. "Franky Sahilatua sudah meninggalkan kita. Sedih. Semoga perahu kertas membawamu ke peristirahatan terakhir yang damai, Bung!" kata Ulil Abshar Abdalla, aktivis Jaringan Islam Liberal lewat akun Twitter-nya @ulil.

    Penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw juga kehilangan. "Turut berduka atas wafatnya seniman besar Indonesia Franky Sahilatua pukul 15.15 wib, di RS Media Permata Hijau," tulis @melly_goeslaw.

    Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menulis, "Tuips, mari kita kirim doa untuk alm Franky Sahilatua. Seniman kritis dan berkomitmen yang selama ini berdedikasi." Adapun anggota Project Pop, Tika Pangabean, dalam akun Twitter-nya @TikaPangabean mengatakan, "Selamat jalan bung Franky Sahilatua, RIP..."
     
    Franky lahir di Surabaya, 16 Agustus 1953. Beberapa karya Franky antara lain 'Orang Pinggiran' (1997), 'Lelaki dan Rembulan' (1993), dan 'Bis Kota' (1991). Sejak didiagnosis mengidap kanker, Franky Sahilatua menjalani sejumlah perawatan. Agustus 2010, Franky dirawat di General Hospital Singapura. Selama 7 bulan di rumah sakit itu, ia rutin menjalani kemoterapi sepekan sekali.

    PGR








     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.