Pentas I La Galigo Tak Gunakan Pawang Hujan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar - Penyelenggara pementasan I La Galigo di pelataran Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 22-24 April mendatang, menyiapkan tenda untuk mengantisipasi datangnya hujan. Tapi panitia tidak akan memanfaatkan jasa pawang hujan.

    Produser pementasan, Restu Imansari Kusumaningrum, kemarin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tenda, baik untuk penonton maupun pemain, agar berteduh jika terjadi hujan. "Kami tanpa pawang hujan," katanya di Makassar kemarin.

    Selain itu, panitia terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Makassar mengenai kondisi cuaca hingga hari pementasan.

    Persiapan lain secara keseluruhan semakin disempurnakan. Kemarin sore, para pemain mulai melakukan latihan langsung di lokasi pementasan Fort Rotterdam. Mereka juga berlatih dengan mengenakan kostum dan properti pementasan.

    Sutradara Robert Wilson bersama tim internasional pementasan teater tiba di Makassar kemarin siang. Sutradara asal Amerika Serikat itu langsung memantau persiapan pementasan teater yang terinspirasi dari Sureq Galigo, yang merupakan warisan budaya tanah Luwu Sulawesi Selatan.

    Sebagian besar properti dan peralatan panggung pementasan yang diproduksi oleh Change Performing Arts (Italia) dan Bali Purnati (Indonesia) ini didatangkan langsung dari Milan, Italia; dan Singapura, termasuk kostum pemain dan peralatan pencahayaan panggung. Dengan melibatkan lebih dari 100 pemain--80 persennya berasal dari Sulawesi Selatan--pementasan ini menghabiskan dana sampai Rp 3 miliar.

    Tiket untuk menonton pementasan ini habis terjual kemarin sore. Panitia hanya menyediakan 350 tiket untuk masyarakat Makassar dalam pertunjukan minggu mendatang. "Kami minta maaf untuk yang tidak mendapatkan tiket karena kapasitas terbatas," ujar Andi Gunawan M. Astari, yang melayani pemesanan tiket di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar. Sebanyak 750 tiket lain dijual di Jakarta yang telah habis sejak dua pekan lalu. Adapun pertunjukan Jumat dan Sabtu hanya untuk tamu undangan.

    Pementasan ini diburu untuk disaksikan banyak orang karena telah berkali-kali ditampilkan di berbagai negara. Pentas perdananya digelar di Singapura pada 2003, setelah itu sepanjang 2003-2008 dipentaskan di berbagai kota dunia. "Setelah keliling dunia, saatnya I La Galigo berlabuh di tanah kelahirannya," ujar Restu.

    SUKMAWATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.