Penerbitan IMB Rumah Soerachmad Akan Diselidiki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mulai melakukan penebangan pohon sebagai persiapan pembongkaran rumah pejuang kemerdekaan almarhum Kolonel (purn) Soerachmad. Rencannanya di lokasi tersebut akan dibangun tempat futsal dan kost-kostan.(ANTARA/ARIEF PRIYONO)

    Pekerja mulai melakukan penebangan pohon sebagai persiapan pembongkaran rumah pejuang kemerdekaan almarhum Kolonel (purn) Soerachmad. Rencannanya di lokasi tersebut akan dibangun tempat futsal dan kost-kostan.(ANTARA/ARIEF PRIYONO)


    TEMPO Interaktif, Kediri -Walikota Kediri Samsul Ashar akan mengadukan sengketa rumah Kolonel Soerachmad ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Dia juga memerintahkan  agar proses terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang berbuntut perobohan rumah bersejarah itu diselidiki.

    Samsul mengaku prihatin atas kemelut yang terjadi pada rumah Kolonel Soerachmad di Jalan KDP Slamet No 41 Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kediri tersebut. Dia berharap pemerintah masih bisa menyelamatkan bangunan tua itu dari perobohan setelah dijual pemiliknya kepada seorang pengusaha. “Kami ingin penyelesaiannya seperti Istana Gebang di Blitar dengan melibatkan Gubernur,” katanya, Sabtu 16 April 2011.

    Sekretaris Daerah Kota Kediri Agus Wahyudi mengaku telah menerima instruksi penyelamatan rumah itu. Rencananya,  Selasa (19/4), dia akan mengumpulkan semua instansi yang terkait, termasuk Dinas Perizinan dan Dinas Pariwisata untuk membahas rumah itu. Rapat itu sekaligus menindaklanjuti tudingan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan yang mencurigai pemerintah menerbitkan IMB ilegal kepada Alwi Mubarok, pembeli rumah Soerachmad.

    Surat bernomor 188.45/114/419.49/2011 tanggal 28 Maret 2011 itu dikantongi Alwi tiga hari sebelum surat larangan pembongkaran rumah diterbitkan BP3 Trowulan. Berbekal surat itu pula pemilik rumah melakukan pembongkaran rumah yang hingga hari ini terus berjalan. “Kami juga akan selidiki prosedur terbitnya IMB yang ternyata belum memenuhi syarat itu,” kata Agus.

    Sementara itu menurut pantauan Tempo, proses pembongkaran rumah yang berdampingan dengan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel itu terus berjalan. Setelah menuntaskan pembongkaran atap bangunan di kanan kiri rumah induk, kini giliran rumah utama Kolonel Soerachmad yang dibongkar. “Sejak pagi para pekerja mulai menurunkan genting,” kata Hendrik, salah satu pengurus gereja merah.

    Tindakan ini patut disayangkan mengingat BP3 Trowulan telah mengeluarkan larangan pembongkaran rumah pendiri Kodam itu sebelum kajian arkeologi dan dampak lingkungan selesai. Pembeli rumah berdalih BP3 tak bisa mencegah pembongkaran karena telah mengantongi IMB.

    HARI TRI WASONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.