Briptu Norman Akan Sekolah Akting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Norman Kamaru. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Norman Kamaru. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Polri tampaknya tak mau menyia-nyiakan kesempatan "demam" Briptu Norman Kamaru yang sedang menjangkiti masyarakat. Anggota Brigade Mobil Gorontalo itu, kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, akan didaftarkan Polri ke sekolah akting agar tahu cara dan gaya tampil di muka publik.

    "Kami latih dulu, sekolahkan yang bagus supaya ngomongnya enak. Akan kami sekolahkan acting agar punya keterampilan. Ini strategi Polri dalam hal kemitraaan. Aset harus dirawat," ujar Anton di kantornya, Kamis 14 April 2011.

    Karenanya, menurut Anton, kepulangan Norman ke Gorontalo diundur Selasa pekan depan, setelah sebelumnya dijadwalkan pulang besok. Molornya tanggal kepulangan polisi yang lihai berjoget India itu disebabkan belum terlayaninya semua permintaan media massa.

    Tak hanya itu, Norman bahkan juga diminta main film dan menjadi bintang iklan. Tapi tawaran itu, kata Anton, tak bisa dipenuhi Norman karena yang bersangkutan belum siap. Karena itulah Polri kemudian berinisiatif menyekolahkan Norman.

    "Dia juga bagus, kan? Salah satu aset yang harus kami rawat. Karena masyarakat senang dan mendukung, kesempatan ini harus kami  perbaiki agar lebih disenangi," ungkapnya.

    Dengan mengikuti sekolah akting, ke depannya Norman diharapkan bisa menjadi duta Polri di masyarakat. "Kami harapkan begitu. Akan ada banyak polisi yang seperti itu, banyak yang disenangi masyarakat," ujar Anton.

     Briptu Norman menjadi buah bibir masyarakat menyusul beredarnya video dirinya di situs youtube. Dalam video itu, Norman bernyanyi lipsync lagu "Chaiyya-Chaiyya", dan menari mengikuti gaya aktor India Shah Rukh Khan. Gara-gara ulah kocaknya itu, ia langsung ngetop mendadak. Ia pun langsung diundang ke sana kemari oleh sejumlah media. Singkatnya, ia menjadi selibritas dadakan.

    Isma Savitri


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.