Erman Suparno Gagas CSR Seni Budaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketoprak Humor di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2011). (TEMPO/JACKY RACHMANSYAH)

    Ketoprak Humor di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2011). (TEMPO/JACKY RACHMANSYAH)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Di tengah kesibukannya sebagai Presiden Direktur Truba Jaya Engineering, Erman Suparno masih meluangkan waktu mengurusi kesenian tradisional, seperti Ketoprak dan Wayang Orang. Di perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur kelistrikan itu, ia telah membuat konsep CSR (Corporate Social Responsibility) khusus di bidang budaya.

    "Kalau dana sosial saya kira sudah banyak dilakukan perusahaan-perusahaan, tapi yang peduli terhadap kesenian tradisional sepertinya masih minim," saat ditemui Tempo sebelum memimpin acara ulang tahun ke 35 tahun PT Truba, di kantornya, Jumat (08/04) pagi.

    Sebagai salah satu wujud kepeduliannya itu, pertengahan Maret lalu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menggelar Ketoprak Humor Reuni di Gedung Kesenian Jakarta. Kelompok Ketoprak yang dibinanya sejak 1998 itu pernah sukses manggung di RCTi selama 7 tahun dan meraih 3 Panasonic Award sebagai tontotan paling digemari pemirsa.

    Pekan depan giliran wayang orang akan digelar Erman di Taman Mini. “Kalau masih cinta kesenian tradisional, ayo nonton. Jangan cuma (nonton) sinetron terus. Gratis kok,” ujar Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Indonesia itu diiringi derai tawa.

    Sudrajat

     



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.