Ini Wawancara dengan Polisi Gorontalo Penyanyi Lagu India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video anggota polisi Gorontalo berdendang lagu India. (youtube)

    Video anggota polisi Gorontalo berdendang lagu India. (youtube)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Gorontalo Brigadir Satu Norman Kamaro mendadak jadi buah bibir. Namanya melambung ke seantero nusantara berkat video YouTube berjudul 'Polisi Gorontalo Menggila'. Berkat video ini pula, penggemar aktor Bollywood Shahrukh Khan dan Preity Zinta ini belakangan menjadi primadona berita.

    Seperti Sinta dan Jojo, dua remaja asal Bandung yang populer berkat menyanyikan lagu Keong Racun versi lip-sync, Norman juga menyanyikan lagu India berjudul Chiyya-Chaiyya dengan cara yang sama.

    Menurut Norman, video tersebut direkam sendiri melalui kamera telepon selular. Tujuannya adalah untuk menghibur teman satu piket yang terjerat masalah keluarga. Di video, teman Normon ada di samping dirinya tengah asyik bermain handphone. "Sebagai teman, saya menghibur teman yang lagi stres karena masalah keluarga," ungkap Norman usai menjadi bintang tamu di program televisi Empat Mata, Trans 7, Jakarta Selatan, Kamis, (7/3).

    Namun, pemuda asli Gorontalo ini tidak menyangka video tersebut bakal menghebohkan. Bahkan akibat video tersebut, ia mesti berhadapan dengan teguran dari atasan.

    Norman mengaku tidak tahu siapa yang mengunggah video tersebut ke situs YouTube. "Sampai sekarang saya juga masih belum tahu," tutur Norman.

    Kepada sejumlah wartawan yang menodong wawancara usai menjadi bintang tamu, pemuda kelahiran Gorontalo, 27 November 1985, ini menjawab beberapa pertanyaan seputar heboh video Polisi Gorontalo Menggila itu. Berikut petikan wawancara dengan Norman.

    T: Bagaimana perasaanmu setelah video 'Polisi Menggila' meledak?

    Norman: Saya tidak menyangka, tapi pastinya senang.

    T: Bisa diceritakan kenapa video itu bisa sampai masuk ke YouTube?

    Norman: Soal upload, saya enggak tahu. Kalau ambil gambar saya sendiri yang ambil gambar pakai handphone sendiri. Saya lagi piket, ada teman yang stres karena istri. Sebagai teman, saya mau menghibur dia.

    T: Kapan mulai tahu video kamu diunggah ke YouTube?

    Norman: Waktu itu videonya masih beredar dulu di kawasan Brimob. Nah, pas tugas luar di Pam PLTU (tidak disebutkan PLTU mana), ibu saya memberi tahu kalau ternyata video itu ada di TV. Eh, video kamu, gini-gini

    T: Memang suka dengan lagu-lagu India?

    Norman: Iya. Sejak kecil saat film india marak di TPI.

    T: Karena video ini, Anda sempat mendapat teguran dari atasan, apa isi teguran tersebut?

    Norman: Teguran saja, yang intinya tidak boleh mengulangi lagi. Mengingat melakukan hal itu dalam kondisi piket, lepas baret, dan merokok juga. Saya siap menerima sanksi jika bersalah.

    T: Ada keinginan jadi artis?

    Norman: Darah brimob (polisi) sudah turun temurun di keluarga. Saya mencintai brimob untuk karier dan pekerjaan. Begitu jadi polisi, langsung bertugas di Polda Gorontalo. Masuk tahun 2006.

    T: Respons keluarga bagaimana?

    Norman: Orang tua senang-senang aja.

    T: Ada pengalaman menarik setelah tenar?

    Norman: Di kampung banyak yang ingin foto bareng, jadi saya sering lari. Pas di bandara juga banyak yang mengenali.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.