Film Karya Hanung Bramantyo Dipersoalkan Banser

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, SURABAYA - Kepala Satuan Koordinator Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur Imam Kusnin Ahmad mengimbau seluruh anggota Banser yang ada di Jawa Timur tidak terprovokasi film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo.


    "Kami tak akan terhasut film itu. Saya sudah imbau anggota Banser agar menahan diri, jangan anarkis. Kalau film itu jelek pasti tidak akan ditonton. Jangan sampai terpengaruh," kata Kusnin, Kamis, 7 April 20011.


    Kusnin mengaku telah melihat tayangan perdana film tersebut. Menurut Kusnin, dalam film itu setidaknya terdapat beberapa adegan yang mendiskreditkan Banser. Di antaranya adalah percakapan antara anggota Banser bernama Soleh yang kesulitan pekerjaan lalu masuk Banser.


    Kepada Istrinya, Soleh berujar "Alhamdulillah saya sudah dapat kerja". Lantas istrinya bertanya "Kerja apa?". "Jadi Banser". Dialog ini, kata Kusnin, sangat mendiskreditkan Banser karena Banser bukanlah pekerjaan melainkan pengabdian.


    Selain itu, ada juga adegan saat Soleh mengamuk di restoran milik majikan istrinya. "Ini kan menggambarkan Banser sosok yang anarkis. Janganlah memprovokasi kami," ujar Kusnin.


    Kusnin menegaskan bahwa selama ini Banser selalu menerapkan disiplin yang ketat, dan akan memecat anggotanya yang terbukti berbuat anarkis meskipun itu merupakan masalah pribadi.


    Banser, tambah Kusnin, selalu menjunjung tinggi komitmen kebangsaan dengan meyakini NKRI adalah harga mati. Selain itu, komitmen ke-Islaman juga selalu dipegang dengan membawa Islam yang rahmat dan toleran.


    Meski begitu, Banser Jawa Timur tidak akan melarang anggotanya untuk menonton ataupun memboikot film karya Hanung tersebut.


    Terpisah, mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berjanji mengajak perwakilan anggota Banser untuk menonton secara langsung film Tanda Tanya.


    "Kita akan lihat langsung kenapa film ini diributkan," ucap Gus Ipul. Setelah melihat, kata Gus Ipul, semuanya akan bisa klir apakah film ini mendiskreditkan Banser atau tidak.


    Gus Ipul yang saat ini juga menjabat salah satu ketua Pengurus Besar NU minta apapun yang berkaitan dengan nama ormas harusnya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pimpinan ormas yang bersangkutan.

    Tak hanya itu, film yang mengangkat sejarah harusnya juga dilakukan sebuah riset menyeluruh. "Kalau tidak utuh takutnya akan menuai protes," ucap Gus Ipul. FATKHURROHMAN TAUFIQ.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.