Kongres Nasional Keris di Surakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keris peninggalan Keraton Sumenep, Jawa Timur.

    Keris peninggalan Keraton Sumenep, Jawa Timur.

    TEMPO Interaktif, Surakarta -  Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia akan mengadakan kongres nasional keris pertama, pada 19-21 April di Surakarta. Kongres tersebut untuk membahas tentang nilai-nilai luhur budaya Indonesia, utamanya yang terkait dengan budaya keris.

    Sekretaris Jenderal Sekretariat Wiwoho Basuki Tjokrohadiningrat mengatakan keris sudah menjadi warisan budaya dunia sejak 25 November 2005. Karenanya keberadaannya perlu dilestarikan, salah satunya dengan membentuk sekretariat nasional sebagai wadah organisasi. “Kemudian ada kongres untuk merumuskan nilai-nilai luhur yang terdapat pada sebuah keris,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Surakarta, Rabu (30/3).

    Dia mencontohkan, nilai-nilai luhur dalam sebuah keris seperti kesetiaan, kesantunan, penghormatan kepada orang yang lebih tua, dan sebagainya. Keris tidak hanya sebagai senjata, namun juga bagian dari jati diri bangsa.

    Kongres akan mengundang paguyuban pecinta atau pemilik keris, empu atau pembuat keris, lembaga pendidikan seni budaya yang punya program studi terkait keris, budayawan, dan seniman. Dia menyebut kongres juga mengundang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan perwakilan UNESCO.

    Peserta yang diundang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti JawaTengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, dan Banten. Juga dari luar Jawa seperti Bali, Lombok, Sumbawa, Makassar, dan Pekanbaru.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.