Parodi Cinta Romeo-Juliet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -

    Gnomeo & Juliet
    Genre: animasi komedi
    Sutradara: Kelly Asbury
    Penulis: William Shakespeare
    Skenario: Kelly Asbury, Mark Burton, Kevin Cecil, Emily Cook, Kathy Greenberg, Andy Riley, Steve Hamilton Shaw, John R. Smith, Rob Sprackling
    Pemain: James McAvoy, Emily Blunt, Jason Statham, Ozzy Osbourne, Stephen Merchant

    ---------------------

    Dari judulnya saja, orang sudah dapat menebak film animasi ini dibuat berdasarkan kisah klasik Romeo-Juliet. Sebuah karya klasik William Shakespeare yang tak lekang dimakan zaman. Namun kali ini cerita cinta terlarang itu dialami dua patung kurcaci penghias taman dari dua kelompok yang berseteru, Gnemeo dan Juliet. Berbeda dengan cerita aslinya yang penuh adegan mengharukan, film yang membidik penonton anak-anak ini lebih banyak menampilkan keceriaan dan adegan jenaka.

    Seperti cerita aslinya, Gnome & Juliet mengisahkan perseteruan di antara dua musuh abadi, yakni Mrs Montague (Julie Walters) dan Mr Capulet (Richard Wilson). Entah kenapa, walaupun bertetangga, dua orang sepuh ini tak pernah akur satu sama lain. Permusuhan itu merembet pada gnome (patung kurcaci dari keramik) penghias taman belakang rumah mereka, yang selalu “hidup” setiap kali sang pemilik rumah pergi. Lord Redbrick, pemimpin kurcaci bertopi merah penghuni taman rumah Mr Capulet, selalu membuat keributan dengan para kurcaci topi biru tetangganya, yang dikomandani Lady Bluebury.

    Dua kelompok ini bersaing satu sama lain. Kelompok kurcaci topi biru, misalnya, begitu bangga akan keindahan taman bunga miliknya. Begitu pula dengan Lord Redbrick, yang merasa paling hebat dalam adu balap mesin pemotong rumput. Di tengah permusuhan itulah, secara tak sengaja Gnomeo (James McAvoy) bertemu dengan Juliet. Putra Lady Bluebury yang selama ini paling getol mengusili kelompok topi merah itu jatuh cinta kepada Juliet, yang cantik dan lihai berkelahi.

    “Oh, Gnomeo, Gnomeo, are we really doomed to never see each other again? Why must you wear a blue hat? Why couldn’t it be red like my father, or green like… like a leprechaun… or purple like, ummm, like some weird guy.“ Sendirian di sudut taman, Juliet berkata setengah berteriak. Dia tahu ayahnya tak mungkin mengizinkan dia berhubungan dengan laki-laki bertopi biru, musuh abadi mereka. Tapi Gnomeo tak mau kehilangan Juliet. Secara sembunyi-sembunyi, keduanya sering bertemu. Sampai suatu waktu salah seorang anggota kelompok biru memergoki mereka. Juliet tak boleh pergi ke mana-mana. Kedua kakinya diberi direkatkan pada lantai menara.

    Gnomeo & Juliet bisa dibilang sebagai film animasi pertama yang mengadaptasi kisah klasik Romeo-Juliet. Sutradara Kelly Asbury dipercaya menggarap film yang juga dibuat dalam versi tiga dimensi ini. Sutradara yang pernah menggarap film animasi nominasi Piala Oscar Shrek 2 (2004) dan Spirit: Stallion of the Cimarron (2002) itu juga membuat skenario yang ditulis secara keroyokan dengan delapan penulis lainnya. Aktor dan aktris terkemuka didapuk sebagai pengisi suara, sekaligus pemberi “roh” pada masing-masing tokoh. Hasilnya sebuah film yang menghibur, lucu, walau kadang mengharukan.
    Secara visual, film buatan rumah produksi Starz Animation yang bekerja sama dengan Rocket tradPictures ini sama sekali tidak mengecewakan. Para animator sukses menyuguhkan gambar-gambar yang persis seperti aslinya, dengan warna-warna cerah memanjakan mata. Berbagai karakter kurcaci ditampilkan berbeda satu sama lain.

    Demikian juga karakter-karakter lain, seperti Nanette si pancuran kodok dan jamur biru.
    Lewat pengambilan gambar secara close-up, kita bisa melihat jelas perbedaan antara karakter patung kurcaci yang terbuat dari keramik dan si Flamingo yang terbuat dari plastik. Sayangnya, versi tiga dimensinya tak cukup memikat. Rasanya tak ada perbedaan berarti di antara dua versi tersebut.

    Meskipun secara alur cerita tak banyak menyuguhkan kejutan—beberapa adegan mengingatkan kita pada Toy Story—film ini lumayan asyik ditonton. Apalagi, sepanjang 84 menit durasi film, telinga kita dimanjakan oleh lagu-lagu klasik milik Elton John, seperti Saturday Night's All Right for Fighting dan Your Song nan romantis itu.

    NUNUY NURHAYATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.