Global TV Tunda Mediasi dengan Ahmad Dhani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Dhani. [TEMPO/ Nita Dian

    Ahmad Dhani. [TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Stasiun televisi Global TV membatalkan secara sepihak pertemuan dengan Ahmad Dhani dalam mediasi lanjutan yang digelar hari ini di Dewan Pers. Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Kode Etik Dewan Pers, Agung Sudibyo, mengatakan pihak Global TV meminta mediasi ditunda hingga pekan depan.

    "Semalam staf Dewan Pers dapat SMS dari Global TV yang mengatakan tidak bisa hadir hari ini," kata Agus Sudibyo di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, (8/3). Namun, belum jelas hari apa mediasi akan kembali digelar.

    Menurut Agus, Global TV membatalkan pertemuan sepihak ini karena hari ini juga ada pemeriksaan lanjutan dari Polda Metro Jaya terkait perkara dugaan pengeroyokan oleh Ahmad Dhani ke dua pekerja infotainmennya ke Polda Metro Jaya yang dilaporkan Senin (28/2) pekan lalu. "Karena perkembangannya begitu, kami tunggu," katanya.

    Padahal, Agus, mengatakan Dewan Pers sudah siap menggelar kembali mediasi yang sempat gagal. Kata dia, pihak Dhani juga sudah menyatakan kesediaan bertemu lagi dengan Global TV di Dewan Pers. "Kita juga sudah menganalisa pemberitaan-pemberitaan global TV," kata Agus.

    Agus berharap penundaan mediasi dari Global terjadi sekali ini saja. Ia mengingatkan Global TV adalah pihak yang mengajukan agar konflik dengan Dhani ini bisa diselesaikan Dewan Pers. "Kami juga heran. Tapi enggak apa-apa. Mungkin, teman-teman Global hari ini konsentrasi ke Polda," katanya.

    Namun, Agus melanjutkan, apabila di antara kedua pihak yang bersengketa muncul itikad menggagalkan mediasi, maka Dewan Pers akan membuat keputusan sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kami akan menyelesaikan dengan mekanisme Pendapat dan Penilaian Pekomendasi (PPR). Keputusan ini bersifat final," kata Agus.

    Global TV sendiri belum bersedia memberikan keterangan terkait penundaan mediasi ini. Herik Kurniawan, Produser Eksekutif Global TV, mengatakan, pihaknya sedang berkonsultasi dulu dengan pengacara perusahaan. "Kita enggak comment dulu masalah itu. Biar mereka (Dewan Pers) yang ngomong dulu," katanya dalam saluran telepon.

    Herik membenarkan hari ini pihak Global TV ada pemeriksaan di Polda Metro Jaya. "Iya. Nanti dikabarin lagi ya," katanya.

    Konflik antara Ahmad Dhani dengan Global TV bermula dari dugaan pengeroyokan terhadap dua pekerja infotainmen Global TV saat meliput gosip Mulan Jameela di rumahnya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin, 28 Februari lalu. Ketika itu beredar kabar, Mulan Jameela telah melahirkan.

    Ahmad Dhani tidak terima saat hendak turun dari mobil, dirinya disorot kamera. Dhani berniat merebut kamera, namun, gagal. Ia hanya mendapat kaset rekamannya. Peristiwa ini kemudian oleh Global TV dilaporkan ke Polda Metro Jaya, selang beberapa jam setelah kejadian.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.