Jakarta Kembali Merayakan Jazz

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Santana beraksi dalam

    Carlos Santana beraksi dalam "Axis Java Jazz Festival 2011" di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/3). FOTO:TEMPO/Aryus P Soekarno

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perhelatan jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival, kembali digelar. Festival musik jazz tahunan yang ketujuh kalinya itu akan dimeriahkan dua bintang utama: Santana dan George Benson. Selain dua musisi itu, festival jazz yang mengusung tema "Harmony Under One Nation" tersebut juga akan menghadirkan ratusan musisi dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 18 panggung di area Jakarta International Expo, Kemayoran, disediakan untuk para musisi beraksi, mulai hari ini hingga Ahad lusa.

    "Setelah tiga tahun lamanya kami meminta Santana mampir di Java Jazz, akhirnya baru tahun ini terwujud," kata Peter F. Gontha, bos Java Jazz, dalam jumpa wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu lalu. Santana akan tampil dua hari berturut-turut. Santana akan beraksi di D2 Axis Hall malam ini, sekitar pukul 21.00-22.15, dan besok malam pukul 22.30-23.45.

    George Benson juga mendapat kesempatan tampil dua kali di panggung yang sama. Pertama, ia akan beraksi dalam "George Benson Tribute to Nat King Cole" besok petang, sekitar pukul 17.30-18.30. Kedua, Benson akan tampil dalam "Greatest Hits Show", Ahad malam lusa, sekitar pukul 20.15-21.15.

    Santana dan Benson bakal menjadi special show dengan harga tiket mulai Rp  350 ribu hingga Rp 1 juta. Selain dua musisi kawakan itu, sejumlah musisi terkenal mancanegara lainnya juga bakal memeriahkan perhelatan jazz tersebut, di antaranya Acoustic Alchemy, Corrine Bailey Rae, George Duke Electric, dan Fourplay.

    Sayangnya, Kenny Loggins--musisi yang pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi top Amerika dalam proyek "USA for Africa"--batal datang. Menurut Peter Gontha, Loggins yang seharusnya beraksi di Java Jazz pada Ahad lusa dikabarkan tengah sakit dan kondisi fisiknya tidak memungkinkan melakukan penerbangan jauh. "Surat dokternya ada pada saya, jadi alasan ini tidak dibuat-buat," ujar Peter.

    Tahun ini perhelatan Java Jazz akan dibuka dengan aksi penanaman pohon bersama ratusan musisi dalam dan luar negeri di Ancol, Jakarta Utara. "Pohon yang akan ditanam sangat banyak, dan pohon itu nantinya akan diberi nama satu per satu," Peter menjelaskan.

    Rencananya, aksi penanaman pohon itu akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dimeriahkan sekitar 100 artis, 30 orang di antaranya musisi asing. Kabarnya, aksi itu menjadi salah satu syarat untuk mendatangkan Santana, mengingat gitaris kawakan itu aktif dalam gerakan lingkungan hidup.

    Java Jazz kali ini juga bakal menghadirkan para pendatang baru yang sangat berbakat dan patut diperhitungkan di belantika musik jazz. Mereka, antara lain, Bonita And The Husband, Erucakra Mahameru "C-Man", Raisa, Indra Aziz Experiment, Mian Tiara and The Organics, dan Fraya.

    Beberapa di antara para pendatang baru itu telah memiliki prestasi gemilang, seperti Erucakra Mahameru "C-Man" asal Medan, yang album jazz-nya berhasil menembus pasar musik digital internasional, iTunes. Album mereka yang bertajuk "The Modern Jazz Marathon Journey C Man" kini ramai dinikmati pendengar jazz di mancanegara: Inggris, Prancis, Amerika, dan Jerman.

    "Karya saya memang belum banyak dinikmati pendengar jazz Indonesia, dan dengan ajang Java Jazz ini menjadi jembatan, antara karya saya dan penikmat jazz secara umum," kata Eru dalam peluncuran album, di Jakarta, Kamis siang kemarin.

    Dalam pementasannya di Java Jazz pada Sabtu sore besok, Erucakra akan beraksi di panggung The Stones Stage 2 dengan memainkan lima nomor neo progressive jazz, seperti Aranti's Code (C-Man), The Dude-Quincy Jones, So What-Miles Davis, Myrian Moment, dan Cicak + Come.

    Tak semua musisi yang tampil di Java Jazz membawakan musik jazz yang kental. Beberapa di antaranya menyuguhkan musik pop dan blues, seperti Andien, RAN, /RIF, Drew, Ello, Andra and The Backbones, dan Gugun Blues Shelter. Tentu saja, ini akan menjadi pilihan yang cukup menarik.


    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.