Bioskop-bioskop Masih Tayangkan Film Hollywood

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The King's Speech

    The King's Speech

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bioskop-bioskop di Jakarta masih menayangkan film Hollywood menyusul berita yang menyebutkan Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film asing di Indonesia, telah menarik film-film asal Amerika di seluruh tanah air mulai Kamis (17/2) lalu.

    Bioskop XXI Pondok Indah, Jakarta Selatan, hari ini masih memutarkan film-film semisal The Fighter (Mark Wahlberg dan Christian Bale) atau King's Speech (Colin Firth dan Geoffrey Rus). Bahkan, sejumlah film yang akan tayang juga masih bertengger di poster yang biasa dipajang di dinding bioskop tersebut. Sebut saja film 127 Hours (James Franco) atau The Adjustment Bureau (Matt Damon dan Emily Blunt).

    Sementara, di bioskop Djakarta Teater, Jakarta Pusat, hari ini kurang lebih juga melakukan hal yang sama seperti bioskop XXI Pondok Indah.

    Seorang petugas keamanan berbaju safari di Bioskop XX1 Pondok Indah, M Salim mengatakan, belum mengetahui film-film Hollywood telah ditarik dari peredaran sejak dua hari lalu. "Di sini masih main kok," katanya.

    Namun, ia mengatakan kebijakan menarik atau menayangkan film merupakan kebijakan pusat Cineplex. Kata dia, pengelola bioskop hanya petugas lapangan yang menjalankan perintah pusat. "Kalau misalkan ada acara nonton bareng, itu harus ada surat perintah langsung dari kantor pusat. Semua berlaku di bioskop-bioskop XX1," kata dia.

    Kemarin, (18/2) kepada sejumlah media, juru bicara Cineplex, Noorca Massardi, mengatakan pihaknya telah menarik film-film Hollywood yang sedang dirilis di bioskop-bioskop XXI atau 21. "Yang saya dengar seluruh film asing yang ada di Indonesia sudah di turunkan dari semua bioskop," katanya dalam saluran telepon.

    Noorca mengatakan ditariknya film-film Hollywood dari peredaran akibat keberatan MPA dengan kebijakan bea masuk+PPh+PPN sebesar 23,75 persen per-copy film dan pembayaran pajak penghasilan 15 persen dari setiap film impor yang beredar di Indonesia yang tidak digubris pemerintah.

    Ketika hendak dikonfirmasi ulang soal penarikan film Hollywood, Noorca tidak bersedia menjawab. Dua kali ditelepon melalui saluran telepon tidak diangkat. "Maaf pernyataan saya kemarin sudah cukup ke semua media. Saya tidak bisa wawancara lagi sampai sikon (situasi dan kondisi) terang benderang pekan depan apa dan bagaimananya," kata Noorca dalam balasan pesan singkat, Sabtu, (20/2).

    Hari ini, Seorang pekerja di Cineplex di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Yitno mengatakan, maksud film yang akan ditarik MPA adalah bukan film-film yang sudah beredar di bioskop. Melainkan, "MPA mulai Kamis kemarin tidak akan memasukkan film-film Hollywood ke Indonesia. Alasannya beban biaya terlalu besar."


    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.