Solo Batik Carnival Jual Tiket Penonton VIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses membatik di kawasan home industri Plupuh Kalijambe, Seragen, Solo, Jawa Tengah.  TEMPO/Aditia Noviansyah

    Proses membatik di kawasan home industri Plupuh Kalijambe, Seragen, Solo, Jawa Tengah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Surakarta -Selama tiga kali penyelenggaraan, even Solo Batik Carnival bebas dinikmati segala lapisan masyarakat tanpa biaya. Namun mulai tahun ini, pemerintah kota Surakarta akan menjual tiket khusus bagi penonton VIP (very important person).

    Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Surakarta Purnomo Subagyo mengatakan secara umum penonton masih gratis menyaksikan Solo Batik Carnival. “Namun ada beberapa penonton yang ditarik bayaran karena berada di tempat khusus, yaitu di panggung kehormatan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (18/2).

    Menurut dia, ada sebagian masyarakat yang ingin menyaksikan karnaval tersebut tanpa berdesak-desakan. Mereka menginginkan privasi dan kenyamanan saat menonton.

    Karenanya, digagas kursi VIP bagi mereka yang sanggup membayar. Rencananya ada 5 titik di mana panggung untuk penonton VIP akan didirikan. Namun dia mengaku masih mencari lokasi-lokasi yang strategis, termasuk jumlah kursi di tiap panggung. “Kalau tiketnya, antara Rp 50-100 ribu,” ujarnya.

    Sasaran utama pembeli adalah penonton yang berasal dari luar kota atau wisatawan asing yang berkunjung ke Surakarta. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan perhotelan dan biro wisata untuk memasarkan tiket Solo Batik Carnival (SBC).

    Hasil penjualan tiket direncanakan untuk membiayai operasional komunitas alumnus SBC. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti komunitas tersebut mampu menyelenggarakan SBC secara mandiri.

    SBC edisi ke-4 diselenggarakan pada 25 Juni mendatang dengan tema Legenda. Peserta diminta membuat kostum sesuai tema, misalnya legenda Roro Jonggrang, Ratu Pantai Selatan, dan Ratu Kencana Wungu.

    Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini di adakan pada malam hari, mulai pukul 8 malam. Purnomo mengatakan keunikan pertunjukan malam inilah yang diharapkan dapat menarik wisatawan untuk menonton, termasuk penonton VIP.

    Sementara itu, Ketua Asosiasi Biro Wisata di Surakarta Suharto menyatakan untuk SBC, masih sulit untuk menjual tiket khusus VIP. Sebab acara seperti SBC masuk kategori wisata minat khusus. “Yaitu bagi mereka yang tertarik pada seni budaya, khususnya batik,” ujarnya.

    Karena itu, jika hanya mengandalkan SBC, dia pesimistis akan banyak tiket yang laku. Namun ketika dikombinasikan dengan wisata kuliner dan wisata belanja plus wisata pertunjukan, “Rasanya banyak wisatawan luar daerah dan manca negara yang akan tertarik. Sebab SBC sudah sangat terkenal dan bisa menjadi modal berharga,” katanya.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.