Menjalin Kerukunan Melalui Grebeg Maulud  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grebeg Maulid di Alun-Alun Kota Madiun, Jawa Timur (15/2). TEMPO/ISHOMUDDIN

    Grebeg Maulid di Alun-Alun Kota Madiun, Jawa Timur (15/2). TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO Interaktif,Madiun -  – Seperti banyak dilakukan di berbagai daerah, setiap tanggal 12 Robiul Awwal Kota Madiun, Jawa Timur, juga menggelar Grebeg Maulud untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada 12 Robiul Awwal 1432 Hijriyah atau 15 Februari 2011 ini, Grebeg Maulud kembali digelar.

    Tradisi Grebeg Maulud selama ini menjadi salah satu agenda tahunan dalam kalender budaya Kota brem tersebut. “Tradisi ini sudah jadi agenda budaya tahunan. Selain bernuansa religi, melalui tradisi ini juga menjadi ajang menjalin kerukunan antar masyarakat,” ujar Walikota Madiun Bambang Irianto, Selasa (15/2). Melalui tradisi ini diharapkan kerukunan antar masyarakat semakin dijaga di tengah-tengah maraknya kekerasan yang mengatasnamakan agama.

    Kirab Grebeg Maulud dilakukan mulai dari Masjid Kuno Taman, Kecamatan Taman, menuju Alun-Alun Kota Madiun. Berbagai macam kesenian ditampilkan dalam kirab seperti drum band, hadrah, dan sebagainya. Kirab juga melibatkan kalangan pelajar, pegawai pemerintahan, dan komunitas tertentu yang tampil berpakaian khas Jawa dan Islam.

    Tak terkecuali dua macam Gunungan besar yang disebut Gunungan Jaler dan Gunungan Estri. Gunungan Jaler berisi berbagai macam hasil bumi sebagai simbol atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat. Begitu juga Gunungan Estri yang berisi berbagai macam kue atau jajanan pasar sebagai simbol rejeki masyarakat dari Alloh SWT.

    Selain Gunungan, buceng atau tumpeng berisi nasi dan lauk pauk juga diarak. Ada 41 buceng yang masing-masing diberi nama setiap kelurahan/desa yang ada di Kota Madiun sebagai simbol kerukunan antar warga kelurahan/desa.

    Setelah dikirab, dilakukan prosesi penyerahan buceng atau tumpeng secara simbolis dari tokoh masyarakat ke Walikota. Setelah itu, puncak Grebeg Maulud ditandai dengan dua Gunungan yang diperebutkan masyarakat. Warga tampak antias memperebutkan hasil bumi dan kue yang ada di Gunungan Jaler dan Gunungan Estri. “Lumayan dapat beberapa kue roti dan saya berikan ke anak-anak biar dapat berkahnya,” kata salah satu warga, Sulastri.

    ISHOMUDDIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.