Wawancara Eksklusif Iron Maiden dengan Tempo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain gitar bass  Iron Maiden Steve Harris. AP/MTI, Balazs Mohai

    Pemain gitar bass Iron Maiden Steve Harris. AP/MTI, Balazs Mohai

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Band heavy metal legendaris Iron Maiden bakal menyambangi para pengikut fanatiknya di Jakarta pada 17 Februari dan di Bali pada 20 Februari dalam tur konser "The Final Frontier World Tour 2011".

    Iron Maiden baru memenangkan Grammy untuk kategori "Best Metal Performance" atau "Penampilan Metal Terbaik" pada ajang Grammy Awards Ke-53 di Staples Center, Los Angeles, Ahad (13/2).

    Band asal Inggris tersebut menang berkat penampilan mereka untuk lagu El Dorado dari album The Final Frontier yang rilis pada 2010. Iron Maiden menyisihkan Korn dengan lagu Let the Guilt Go; Lamb of God untuk lagu In Your Words; Megadeth untuk lagu Sudden Death; Slayer untuk lagu World Painted Blood.

    Sebelumnya, Iron Maiden sempat dinominasikan dua kali di Grammy. Pada 1994, Iron Maiden masuk nominasi 'Best Metal Performance' untuk lagu Fear of the Dark. Sementara, pada 2001, Iron Maiden masuk nominasi untuk kategori yang sama berkat penampilannya di lagu The Wicker Man.

    Iron Maiden adalah band beraliran heavy metal yang didirikan pada 1975 oleh Steve Harris. Band dengan slogan "Up The Irons!" ini digawangi Bruce Dickinson pada vokal, Dave Murray pada gitar, Adrian Smith pada gitar, Janick Gers pada gitar, Harris pada bas dan keyboard, serta Nicko McBrain pada drum.

    Mereka telah merilis 15 album studio yang terjual jutaan keping di seantero jagat. Album terakhir mereka bertajuk The Final Frontier dirilis tahun lalu.

    Pada "The Final Frontier World Tour 2011", Indonesia merupakan negara ketiga yang mereka sambangi setelah Rusia dan Singapura. Sebelum tampil di Singapore Indoor Stadium, pentolan Iron Maiden Stephen Percy "Steve" Harris menyempatkan diri diwawancarai Tempo lewat telepon sekitar lima menit.

    Berikut ini sebagian petikan wawancara Tempo dengan pria berusia 54 tahun yang juga bekas pemain yunior West Ham United tersebut. Wawancara selengkapnya baca majalah Tempo minggu depan:

    Steve Harris: Anda memiliki waktu sekitar 10 menit. Jadi mari mulai wawancaranya.


    Tempo:
    Pertama-tama saya ucapkan selamat karena Iron Maiden telah memenangkan Grammy.

    Steve Harris: Hahahah. Terima kasih. Kami sendiri sedang berada di Singapura, jadi saya tidak terlalu mengikuti perkembangan beritanya.

    Tempo: Kalian memenangkan Grammy Award untuk Best Metal Performance lewat lagu El Dorado setelah kalian masuk nominasi Grammy Award tiga kali. Apa pendapat Anda mengenai itu?

    Steve Harris: Saya tidak terlalu mempermasalahkan itu. Kami lebih tertarik untuk bertemu dengan para penggemar-penggemar kami. Itu sebabnya kami melakukan tur konser kali ini. Mungkin jika sempat kami akan mengambil penghargaan itu.



    Tempo: Ada penampilan khusus yang mungkin kalian siapkan untuk penampilan Anda di Indonesia?

    Steve Harris: Kami tidak tahu. Kita lihat saja nanti. Setlistnya bakal tetap sama. Para kru kami membawa peralatan yang kami butuhkan di pesawat kami. Jadi kita lihat saja nanti apa yang akan kami tampilkan.

    Tempo: Konser Anda di Jakarta harus dipindahkan dari salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara (Stadion Utama Gelora Bung Karno) ke sebuah pantai. Apa pendapat Anda? Apakah Anda menyesal dengan itu?

    Steve Harris: Jujur saja, saya tidak tahu. Saya juga tidak bisa bilang menyesal karena saya tidak tahu. Kalau kami tampil di stadion terbesar tentu saja kami merasa tersanjung. Tetapi, kami tidak tahu apakah itu terbaik bagi para penggemar. Sebab, pemindahan tempat panggung bisa saja terjadi. Dan kami tidak tahu apa yang menyebabkan itu. Kami tidak tahu apakah itu terbaik untuk para penggemar. Saya sendiri lebih memilih apa yang terbaik untuk para penggemar. Semoga tempat panggung nanti yang terbaik untuk penggemar.

    Tempo: Para penggemar Iron Maiden di Indonesia atau Indonesian Iron Maiden Troopers atau Indo Trooper) ingin menjadi official community untuk Iron Maiden. Bagaimana caranya?

    Steve Harris: Saya tidak tahu. Saya rasa ini masalah musik, bukan politik. Saya tahu banyak penggemar Iron Maiden di sini. Mungkin ada yang menyaksikan kami untuk pertama kalinya setelah 15 sampai 20 tahun menjadi penggemar kami. Mungkin juga ada penggemar yang baru mengenal kami. Jadi mereka untuk pertama kalinya bakal menyaksikan kami. Maaf. Anda tinggal memiliki satu pertanyaan lagi karena saya harus pergi.

    Tempo: Apa yang kalian dengar soal scene metal di Indonesia?

    Steve Harris tidak menjawab pertanyaan tersebut karena terpaksa harus menyudahi wawancara. Di balik telepon, terdengar suara berbeda yang mengatakan, "Maaf, Steve Harris harus pergi. Terima kasih."

    KODRAT SETIAWAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.