Barongsai Terbesar di Indonesia Ramaikan Pekan Budaya Tionghoa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barongsai beraksi sebelum prosesi mensucikan tandu (kio) yang akan digunakan untuk mengusung arca suci saat pawai perayaan cap goh meh senin (9/2) nanti di Vihara Bodhi Dharma, Jakarta, Sabtu (07/02).(TEMPO/Zulkarnain)

    Barongsai beraksi sebelum prosesi mensucikan tandu (kio) yang akan digunakan untuk mengusung arca suci saat pawai perayaan cap goh meh senin (9/2) nanti di Vihara Bodhi Dharma, Jakarta, Sabtu (07/02).(TEMPO/Zulkarnain)

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Untuk keenam kalinya, Pekan Budaya Tionghoa kembali digelar di Yogyakarta pada tahun ini. Pekan budaya bertema “Jogja Pelangi Budaya Indonesia” yang digelar sepanjang 13 hingga 17 Februari ini dimeriahkan pementasan barongsai terbesar di Indonesia. 

    Menurut Ketua Panitia Trikirana Muslidatun, barongsai terbesar itu berukuran 6 X 2,5 meter. Barongsai itu tercatat sebagai barongsai terbesar di Museum Rekor Indonesia. Selain barongsai raksasa, pekan budaya itu juga menghadirkan liong sepanjang 130 meter. “Liong ini terbesar se-Asia,” ujar Trikirana di tengah karnaval yang digelar di sepanjang Jalan Maliboro, Yogykarata, sebagai bagian dari pembukaan Pekan Budaya Tionghoa, Minggu (13/2) sore kemarin.

    Sesuai dengan shio, tutur Trikirana, tahun baru Imlek 1562 kali ini adalah Tahun Kelinci. Sebagai peringatan Tahun Kelinci, dua buah patung kelinci juga dikirab dalam karnaval. Berikutnya selama setahun sepanjang Tahun Kelinci, dua patung kelinci itu akan dipasang di titik O kilometer kota Yogyakarta. “Sebagai peringatan Tahun Kelinci, jadi akan dipajang sepanjang tahun,” katanya.

    Seperti pekan budaya Tionghoa yang sebelumnya digelar di Yogyakarta, pada pekan budaya yang keenam itu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain. Di antaranya, pementasan wayang Cina serta pameran kebaya dan batik bermotif Cina.

    Trikirana menyatakan, berbagai budaya itu kembali ditampilkan sebagai bentuk pengenalan pertautan budaya di Indonesia dengan budaya Tionghoa. Pengenalan itu diharapkan cukup efektif sebagai media pembelajaran di masyarakat. “Memperkenalkan budaya Tionghoa dan Nusantara sebagai salah satu aset bangsa yang harus dilestarikan,” ujarnya.

    ANANG ZAKARIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.