Tiga Jam Dalam Telur Raksasa, Lady Gaga Ditemani BlackBerry  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lady Gaga keluar dari

    Lady Gaga keluar dari "telur" tembus cahaya saat menyanyikan lagu terbarunya "Born This Way" di acara Grammy Award ke 53 di Los Angeles, California, 13 Februari. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO Interaktif, Los Angeles - Lady Gaga membuat sensasi pada ajang Grammy Awards di Staples Center, Los Angeles, Ahad (13/2) waktu setempat. Lady Gaga berada di dalam telur raksasa selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya tampil di panggung Grammy Awards.

    Saat melewati karpet merah, Lady Gaga tiba dengan berada di dalam telur raksasa yang digotong para asistennya. Penyanyi berusia 24 tahun tersebut baru keluar dari telur tersebut saat tampil di panggung menyanyikan lagu terbarunya, Born This Way.

    Saat iring-iringan berada di karpet merah, Lady Gaga menolak diwawancarai sang pembaca acara Ryan Seacrest. Lady Gaga menolak karena ia berada di dalam 'inkubator' menjelang tampil di panggung. Kendati demikian, Lady Gaga masih terlihat melambaikan tangan kepada para penonton yang berada di pinggir karpet merah.

    "Ia berada dalam kondisi seperti embrio dan tidak akan lahir sampai penampilannya," ujar salah satu asisten Lady Gaga kepada Seacrest.

    Telur raksasa itu sendiri dilengkapi dengan tangki oksigen. Seacrest mengatakan kepada para pemirsa E! bahwa Lady Gaga sudah berada di dalam telur tersebut selama tiga jam untuk membangun karakter sebelum tampil. Di dalam telur tersebut, Lady Gaga hanya ditemani BlackBerry miliknya.

    Pada ajang Grammy Awards kali ini, Lady Gaga menyabet tiga Grammy di antaranya untuk kategori Album Vokal Pop Terbaik.

    Tahun lalu, Lady Gaga memicu kontroversi saat hadir di MTV Video Music Awards karena memakai gaun yang terbuat dari daging mentah.

    DAILY MAIL| KODRAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.