SBY Melayat Pengamanan Rumah Adjie Diperketat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adjie Massaid. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Adjie Massaid. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Bakal datangnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat pengamanan di sekitar rumah almarhum Adjie Massaid di Jalan Taman Cilandak 2, Cilandak Barat, diperketat. Puluhan aparat polisi, tentara Angkatan Darat, satuan pengamanan dalam (Pamdal) Sekretariat jenderal DPR RI, serta Pasukan Pengamanan Presiden sudah bersedia di lokasi.

    Menurut salah seorang anggota Paspampres, Yudhoyono dijadwalkan berangkat dari kediamannya di Cikeas pukul 8 WIB dan akan sampai di Cilandak sekitar setengah jam kemudian.

    Sejumlah pekerja yang sibuk mendirikan tenda di halaman rumah Adjie pun diminta turun dan menyetop pekerjaannya untuk sementara. "Berhenti dulu, takut ada apa-apa," ujar seorang Paspampres. Pekerjaan mereka yang belum beres, katanya, bisa disambung setelah Yudhoyono meninggalkan rumah Adjie.

    Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa disebut Adjie Massaid meninggal dunia di usianya yang ke-43 tahun. Legislator dari Partai Demokrat itu berpulang di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2) pukul 00.30 WIB dini hari, beberapa jam setelah mengeluhkan sesak nafas usai bermain futsal.

    Pria yang belum lama didapuk sebagai Manajer Tim Nasional Sepakbola U-23 tersebut meninggalkan istrinya yang juga mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh dan seorang putra dari Angelina. Dari istri pertamanya, penyanyi Reza Artamevia, dia dikaruniai dua anak. Mereka bercerai pada 2005. Adjie kemudian menikahi Angelina menikah pada 29 April 2009.

    Kiprah Adjie di dunia politik cukup mapan. Sebagai anggota Partai Demokrat, mantan peragawan dan aktor itu dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI, yakni pada 2004-2009 dan kini 2009-2014.

    BUNGA MANGGIASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.