Pengadilan Ariel Dinilai Salah Arah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nazril Irham atau Ariel. AP/Achmad Ibrahim

    Nazril Irham atau Ariel. AP/Achmad Ibrahim

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Jaringan Aktivis Perempuan dan HAM untuk Keadilan menilai proses hukum dalam kasus video porno yang menyeret Nazril 'Ariel' Ilham dan kekasihnya Luna Maya serta presenter Cut Tari salah arah dan sesat. Seharusnya, kata mereka, yang dihukum adalah pelaku penyebar video, bukan pemiliknya.

    "Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang seharusnya mendapatkan perlindungan atas penyebaran video, tapi ini justru menjadi pihak yang dipersalahkan," kata Yeni Rosa, Koordinator Jaringan, dalam jumpa pers di kantor Komnas HAM (4/2).

    Menurut mereka, seharusnya target yang dikejar adalah pelaku yang memproduksi dan sengaja menyebarluaskan.

    Kuasa Hukum Luna Maya, Taufik Basari mengatakan proses hukum seharusnya berjalan dalam koridor yang benar.

    Ia mengibaratkan Ariel, Luna, dan Cut Tari adalah pihak yang barang pribadinya diambil oleh orang lain, kemudian disebarluaskan tanpa izin. "Yang dikejar harusnya pencurinya bukan korban pencurian," kata Taufik yang kini menjadi kuasa hukum Luna.

    Akibat salah sasaran ini, perhatian publik pun melenceng. Korban yakni Ariel, Luna, dan Cut Tari kembali menjadi korban dalam proses hukum.

    Atas alasan inilah, Jaringan Aktivis Perempuan pun mengadukan kasus itu ke Komnas HAM.

    Menanggapi aduan itu, anggota Subkomisi Mediasi Komnas HAM M. Ridha Saleh mengatakan ada tiga hal dalam aduan itu yakni terkait Undang-undang Pornografi, ada penyimpangan dimana negara tidak melindungi. Lalu, ada hak privasi yang dilanggar serta diskriminasi sosiologis terhadap korban. "Kami baru menerima aduan, nanti akan dievaluasi," katanya.

    Aqida Swamurti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.