Kejaksaan Jawa Barat Akan Pelajari Vonis Ariel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Peterpan, Nazril Ilham saat mendengarkan pembacaan keputusan pada sidang vonis terkait kasus video mesum dirinya di Pengadilan Negeri, Bandung, Jawa Barat.  (31/1).TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Vokalis Peterpan, Nazril Ilham saat mendengarkan pembacaan keputusan pada sidang vonis terkait kasus video mesum dirinya di Pengadilan Negeri, Bandung, Jawa Barat. (31/1).TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat akan mengkaji vonis hukuman tiga tahun enam bulan penjara terhadap artis Nazril Irham alias Ariel eks-Peterpan dalam kasus pornografi yang baru saja diketuk Pengadilan Negeri Bandung siang tadi.

    Dalam putusan vonisnya, Pengadilan Negeri Bandung memvonis mantan pentolan grup musik Peterpan itu dengan hukuman penjara tiga tahun enam bulan serta denda 250 juta. "Saya perlu laporan dari tim JPU dulu," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Sugianto, sebelum meninggalkan gedung Jaksa Agung, sore tadi.

    Menurutnya, upaya peninjauan kembali terhadap putusan yang telah diberikan bersifat hati-hati serta tetap mengedepankan aspek hukumnya. "Bila jelas terbukti kita mesti lihat pertimbangan hukumnya," ujarnya. "Bukan sekadar melihat besar kecilnya masalah."

    Ia belum berkomentar banyak saat ditanyai mengenai tepat atau tidaknya putusan yang diberikan kepada Ariel. "Saya belum ketemu JPU-nya," ujarnya. "Oleh karena itu saya belum berkomentar."

    Rencananya,dalam waktu dekat ia akan bertemu dengan tim jaksa penuntut umum soal sudah tepatnya atau tidaknya putusan yang telah diberikan. "Tentu kita melihat juga pertimbangan mejelis hakim," ujarnya mengakhiri pembicarannya. 

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.