Anggun Priambodo Pemenang Bandung Contemporary Art Award 2011  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video berjudul Sinema Elektronik Karya Anggun Priyambodo menyabet Grand Prize pada Bandung Contemporary Art Award 2011 di Lawangwangi Art And Science Estate, Bandung, Jawa Barat. Foto:TEMPO/Prima Mulia

    Video berjudul Sinema Elektronik Karya Anggun Priyambodo menyabet Grand Prize pada Bandung Contemporary Art Award 2011 di Lawangwangi Art And Science Estate, Bandung, Jawa Barat. Foto:TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO InteraktifBandung - Seniman Anggun Priambodo terpilih sebagai pemenang Bandung Contemporary Art Award yang diumumkan panitia di Lawangwangi Art and Science Estate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/1) malam tadi. Karya seniman video berusia 33 tahun yang berjudul Sinema Elektronika itu menyisihkan 400 lebih ajuan karya seni rupa kontemporer lainnya.

     

    Video berdurasi 4 menit itu berisi adegan parodi tayangan sinetron di berbagai televisi. Gagasannya berasal dari kesenangan lulusan Institut Kesenian Jakarta 2002 itu mengejek sinetron yang sedang ditonton teman atau saudaranya.

     

    Selanjutnya ia mengulang kembali beberapa adegan sinetron untuk direkam dengan videonya. Diiringi lagu berjudul Kasih Tak Sampai, tayangan itu juga seperti video klip bagi Kowpling Band yang membawakan tembang tersebut.

     

    Kemenangannya ditentukan oleh dewan juri yang terdiri dari seniman Mella Jaarsma dan Agus Suwage, kurator Rifky Effendy dan Hendro Wiyanto, serta kolektor seni Wiyu Wahono dan Syakieb Sungkar. Sebagai pemenang, Anggun mendapat hadiah uang Rp 100 juta dan tiket wisata atau residensi di Asia dan Eropa.

     

    Kompetisi perdana seni rupa kontemporer Indonesia yang digagas Art Sociates ini rencananya akan digelar setiap tahun. "Program regular ini diharapkan dapat menjadi salah satu barometer bagi karir perupa atau seniman muda dalam berkarya di Indonesia," kata Direktur Art Sociates Andonowati.

     

    Sebanyak 25 karya terbaik lainnya pilihan dewan juri kini tengah dipamerkan di Lawangwangi Art Space hingga 18 Februari mendatang. Puluhan karya itu, antara lain, milik Aditya Novali, Agus Triyanto, AT. Sitompul, Dita Gambiro, Endang Lestari, Erika Ernawan, I Wayan Upadana, dan Mimi Fadmi.

     

     

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.