Peluncuran Buku Sembilan Windu Profesor Edi Sedyawati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • buku Pentas Ilmu di Ranah Budaya: Sembilan Windu Prof. Dr. Edi Sedyawati

    buku Pentas Ilmu di Ranah Budaya: Sembilan Windu Prof. Dr. Edi Sedyawati

    TEMPO InteraktifBali - Hari ini, buku Pentas Ilmu di Ranah Budaya: Sembilan Windu Prof. Dr. Edi Sedyawati diluncurkan dan didiskusikan secara terbuka di Bentara Budaya Bali. Bunga rampai ini merangkum 57 artikel dari seniman, akademisi, serta budayawan terkemuka, dengan topik bahasan yang luas; terkait bahasa, kesenian, organisasi sosial, religi, bahkan sistem ekonomi dan teknologi.

    Prof. Dr. Edi Sedyawati lahir di Malang, 28 Oktober 1938, alumnus Arkeologi Universitas Indonesia (1963). Pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1993-1999) dan Governor Asia-Europe Foundation untuk Indonesia (1999-2001), Pembantu Rektor I Institut Kesenian Jakarta, Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (1971-1976). Sejak tahun 1990 hingga saat ini menjabat sebagai Penasihat Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

    Karya-karya tulisnya meliputi bidang-bidang studi arkeologi, sejarah, kesenian, ikonografi, filologi, dan tari telah diterbitkan di berbagai media massa. Disertasinya ”Pengarcaan Ganesa Masa Kadiri dan Singhasari: Sebuah Tinjauan Sejarah Kesenian” (lulus dengan yudisium magna cum laude) telah diterbitkan oleh EFEO, LIPI, dan Rijksuniversiteit Leiden tahun 1994. Terjemahan bahasa Inggris diterbitkan sebagai Verhandelingen, Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), No. 160, Leiden 1994, berjudul Ganesa statuary of the Kadiri and Singhasari periods, A study of art history.

    Edi Sedyawati dianugerahi penghargaan, antara lain Bintang Mahaputera Utama (1998); bintang ‘Chevalier des Arts at Lettres’ dari Pemerintah Prancis (1997); Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (1997); Bintang Jasa Utama Republik Indonesia (1995); dan Hasil Penelitian terbaik UI bidang Humaniora (1986).

    KALIM/Pelbagai Sumber


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.