Imaji Pohon Markisa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (TEMPO/Anang Zakaria)

    (TEMPO/Anang Zakaria)

    TEMPO Interaktif, Jogjakarta - Dinding kafe di Jalan Prawirotaman,Yogyakarta, itu penuh oleh tempelan kertas, kayu triplek, foto, dan kepingan CD bekas. Semua penuh oleh coretan tak beraturan, aneka gambar, dan puisi. Bahkan, gambar-gambar mural juga menghiasi dinding kafe sekaligus galeri itu. “Pemilik (kafe) ingin tempatnya jadi galeri eksperimental,” kata Dyah Soemarsono, 24 tahun, tentang tempelan gambar di dinding kafe, Ahad (23/1) kemarin.

     

    Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta itu kemudian mengajak membayangkan sebuah pohon. Menurut Dyah, asal tak tercerabut akarnya, pohon akan terus tumbuh. Dahan dan rantingnya akan kembali berkembang meski berkali-kali dipotong. Daunnya pun akan kembali bersemi meski berkali dipangkas.

     

    Filosofi pohon ini mengilhami gadis itu berinisiatif menggelar pameran seni rupa bertema “Suatu Cerita Tentang Markisa” di Via-Via Alternative Art Space (nama galeri sekaligus kafe itu). Puluhan lukisan di atas media kertas dan kayu, foto dan pusisi koleksi pribadi sekaligus milik teman-temannya dipajang di galeri itu dari 20 Januari hingga 5 Februari mendatang.

     

    Umumnya, gambar-gambar yang dipajang di dinding Via-Via adalah sketsa yang dia gambar untuk melengkapi cerpennya. Di sela kuliah, Dyah menyempatkan menulis cerpen untuk dikirim ke sebuah koran lokal di Yogyakarta. Bentuknya bermacam-macam, namun kebanyakan bergambar wajah dan orang dan digambar di atas kertas.

     

    Selain milik Dyah, ada juga gambar milik teman-temannya yang dipajang di Via-Via Alternative Art Space itu.

     

     

    ANANG ZAKARIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.