Revolusi Musik R&B Versi Ne-Yo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi R&B asal Las Vegas, Amerika Serikat. Ne-Yo beraksi di Istora Senayan, Jakarta (22/01/2011). Foto:TEMPO/Aryus P Soekarno

    Penyanyi R&B asal Las Vegas, Amerika Serikat. Ne-Yo beraksi di Istora Senayan, Jakarta (22/01/2011). Foto:TEMPO/Aryus P Soekarno

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Konser Ne-Yo di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu malam lalu, juga menjadi ajang biduan R&B itu mempromosikan album teranyarnya, Libra Scale. Sejak dirilis pada Oktober-November tahun lalu di Jepang, Inggris, dan Amerika Utara, tiga lagu di album tersebut langsung melejit jadi hits dunia: Beautiful Monster, Champagne Life, dan One In A Million. Album ini menempati posisi sembilan di Billboard 200 Amerika dan peringkat satu UK R&B Chart di Inggris. Dalam sepekan, album ini terjual hingga 112 ribu kopi.

     

    Boleh dikata, Libra Scale menyuguhkan sesuatu yang segar dan cukup berbeda dari tiga album Ne-Yo sebelumnya. Lewat album keempatnya ini, Ne-Yo berupaya melakukan sedikit revolusi dalam musik R&B, dari melodi, lirik, hingga karakter vokal yang lebih powerful.

     

    Album ini terinspirasi dari skrip film yang ditulisnya, yang lagu-lagunya mengikuti perjalanan kisah Jerome dan Pretty Sinclair. Ia mencoba menggarap album ini bak sebuah cerita yang bersambung dari lagu ke lagu. Menurut Ne-Yo, album terbarunya itu bercerita tentang sebuah pertanyaan mendasar, mana yang akan Anda pilih sebagai hal penting dalam hidup: uang, kekuasaan, popularitas, atau cinta?

     

     

    AGUSLIA HIDAYAH | Pelbagai Sumber


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.