Pemain Harpa Maya Hasan Bakal Pentas di Swiss

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain harpa Maya Hasan. (Tempo/Tony Hartawan)

    Pemain harpa Maya Hasan. (Tempo/Tony Hartawan)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kabar itu datang pada pertengahan Desember tahun lalu. Saat itu pemain harpa Maya Hasan ditelepon manajernya. Sang manajer menanyakan kesediaan Maya untuk show di Swiss sebagai bagian dari pertunjukan oleh delegasi Indonesia di ajang World Economic Forum, yang dihadiri oleh para kepala negara, menteri ekonomi, para ahli di bidang ekonomi.

     

    Maya mengaku sangat terhormat atas tawaran itu. Dan ia pun mengiyakannya. Menurut Maya, ini adalah pertunjukan pertama kalinya atas nama negara. Indonesia untuk pertama kalinya mendapat kehormatan membuat gathering di acara bergengsi yang mengusung tema “ Collaboration and Cooperation” tersebut.

     

    Dalam acara gathering yang akan digelar di Hotel Morosani, Davos, Swiss, pada 27 Januari mendatang itu Maya akan tampil membawakan dua komposisi baru dan satu aransemen baru. Dua komposisi baru karya Maya itu adalah Rose of the East (Mawar dari Timur) dan Rising Sun.

     

    Dalam komposisi Rose of the East, Maya akan berkolaborasi dengan tarian khas Sulawesi Selatan, Pakarena. Rose of the East bisa juga berarti kebangkitan dari daerah timur. Sedangkan dalam repertoar Rising Sun, dia akan berkolaborasi dengan alat musik Saluang dari Sumatera Barat. Rising Sun berorientasi pada lanskap Indonesia dengan pegunungan, dan matahari terbit. Semoga Indonesia membawa harapan baru dan kabangkitan baru.

     

    Adapun karya ketiga yang akan dibawakan Maya adalah lagu Ibu Pertiwi dengan aransemen baru. Dalam membuat aransemen baru lagu itu, Maya berkolaborasi dengan alat musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

     

     

    KALIM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.